Palembang,Focuskini
Merespon sebuah pemberitaan atau adanya informasi terkait klaim yang disampaikan oleh salah satu pihak puskesmas tentang penyebab siswi SDN 150 Palembang berinisial F diduga akibat gejala sakit pertusis
sangat tidak sependapat dengan tanggapan salah seorang dokter lainnya di Kota Palembang.
drg Mrza Mangku Anom Sp KG seorang dokter spesialis konservasi gigi menilai kalau itu memang benar pertusis sampai sekarang anaknya akan batuk-batuk.
“Pertusis gak akan hilang secepat itu, itu namanya racoon eye, disebabkan dua bola mata terkena benda tumpul,” tulis drg yang juga magister ilmu hukum itu di salah satu postingan akun Instagram, Selasa 4 November 2025.
Dirinya juga mengatakan sangat susah untuk mendiagnosis hal itu jika dilihat dari sisi bedah.
“Kalau dari sisi bedah sepertinya agak susah mendiagnosis nya, apakah itu benar pertusis atau bukan, karena pertusis punya gejala lain yang prominen,” terangnya.
Di postingan itu, dirinya juga mempertegas bahwa baru mendapatkan kabar dari teman-teman dilingkungan tentang proses kasus tersebut yang saat ini masih berjalan.
“Saya barusan banget dapat kabar dari teman-teman disekitaran sana bahwa prosesnya sudah berjalan. Mari kita tunggu hasilnya, keadilan harus ditegakkan bagi siapapun. Saya tidak punya kompetensi untuk menyimpulkan terkait medis yang terjadi pada anak SD itu, karena bidang kompetensi kedokteran saya bukan di ranah itu, tetapi dari penjelasan beberapa sejawat spesial bahwa meragukan itu ciri-ciri pertusis dan jika benar pertusis kenapa adik itu tidak batuk,” katanya.
Menurutnya pula jika benar pertusis persentase hingga sampai kondisi matanya seperti itu hanya 0,04 – 0,05 persen, teramat sangat jarang sekali terjadi.
“Saya belum dapat info pasti apakah benar ada dokter di puskesmas yang memeriksa dan menyatakan itu pertusis. Tapi saya menyarankan untuk berhati-hati dalam menegakkan diagnosis apalagi terkait kasus-kasus yang dalam sorotan publik seperti ini,” ujarnya.
Sedangkan Wali Kota Palembang Ratu Dewa mengaku sudah mengunjungi Siswa SD Negeri 150 Palembang yang mengalami kondisi kedua mata lebam, diduga diketahui seusai siswi tersebut sepulang dari sekolah.
“Kami dari Pemerintah Kota Palembang memastikan akan memberikan bantuan medis serta pendampingan psikis siswi itu. Hal ini diupayakan untuk membantu mengidentifikasi masalah kesehatan yang tidak terlihat secara langsung, serta memastikan siswa sehat, kembali pulih dan berenergi sehingga dapat mengikuti kegiatan belajar,” terangnya.
Tak hanya itu, lanjutnya bersama stafnya ia juga sudah mengunjungi langsung SD Negeri 150 Palembang untuk meminta keterangan dan klarifikasi dari kepala sekolah dan para guru yang saat kejadian ada di sekolah.
“Berdasarkan informasi yang disampaikan pihak sekolah memastikan tidak ada terjadi peristiwa pemukulan seperti narasi yang beredar di media sosial,” terangnya.
Tindak lanjutnya saat ini, lanjut Dewa masih menunggu proses pemeriksaan dan pemulihan kondisi siswa selanjutnya juga menyerahkan kasus ini ke aparat kepolisian untuk mengungkapkan permasalahan yang terjadi agar lebih jelas dan tidak salah paham diantara Siswa dan Sekolah.
“Dinas Pendidikan Kota Palembang dan pihak terkait akan terus memantau perkembangan kasus ini dan berupaya agar kedua pihak mendapat penyelesaian yang adil dan bijaksana,” tandasnya. (den)








