Project Launching Tanjung Carat Digelar 9 April, Gunakan Skema KPBU

Palembang, Focuskini

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menjadwalkan project launching pengembangan Pelabuhan Baru Tanjung Carat pada, Kamis 9 April 2026.

Program ini bertujuan sebagai langkah awal pengenalan konsorsium pemrakarsa serta penguatan komitmen investasi melalui skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).

“Ini persiapan untuk tanggal 9 April, kita mematangkan rundown acara dan memastikan kehadiran tamu dari kementerian serta BUMN. Agenda utamanya adalah memperkenalkan pemrakarsa dan bagaimana proyeksi pelabuhan ini ke depan,” ujar Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Provinsi Sumsel, Basyarudin Ahmad saat diwawancarai langsung di Kantor Skretarias Bersama Proyek Pembangunan Tanjung Carat, Senin (6/4/2026).

Acara tersebut direncanakan menjadi magnet bagi para pengambil kebijakan nasional, dengan konfirmasi kehadiran Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, serta Menteri PU, Menteri Perhubungan, dan Menteri Investasi.

Kehadiran para menteri ini dinilai krusial untuk mempertegas dukungan pusat terhadap proyek strategis yang tidak menggunakan dana APBN tersebut.

“Oh itu ada timeline-nya, ini kita baru me-launching proyek. Kita memperkenalkan pemrakarsanya, seperti apa sih pelabuhan itu nantinya ke depan dan siapa-siapa yang support untuk mendukung itu. Nanti ada penandatanganan komitmen bersama dan juga ada serah terima lahan mosaik 5 dan 6 untuk fasilitas pelabuhan,” jelasnya.

Terkait struktur pendanaan, pembangunan pelabuhan ini akan dimotori oleh konsorsium yang melibatkan Pelindo, Samudera Pasai Indonesia, dan Sumatera Selatan Energy Gemilang (SSEG).

Basyar menyebut nilai investasi akan tertuang dalam persentase saham melalui pembentukan Badan Usaha Pelabuhan (BUP) yang menjadi tahapan selanjutnya setelah peluncuran proyek.

“Groundbreaking itu tahap panjang, karena ini tidak didanai dengan APBN, ini investasi KPBU semua. Jadi prosesnya project launching dulu, nanti habis itu pembentukan Joint Venture (JV), baru pembentukan BUP, dan ada tahapan-tahapan lainnya,” imbuhnya.

Pemerintah Provinsi juga optimistis jika pembentukan konsorsium ini akan membuka pintu bagi investor global, termasuk potensi kerja sama di sektor perkeretaapian (railway).

Meski proses menuju konstruksi fisik masih memerlukan waktu, pemerintah daerah berkomitmen untuk melakukan percepatan agar peletakan batu pertama dapat segera terealisasi.

“Insya Allah kita percepat badan usaha pelabuhan dulu, baru kita proses untuk percepatan groundbreaking. Pada saatnya nanti ada proses groundbreaking setelah mendapat penunjukan langsung dari Kementerian Perhubungan,” tegas dia. (Tia)