Palembang,Focuskini
Memasuki hari pertama sekolah di bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan di sejumlah sekolah dasar di Palembang.
Namun, pola distribusinya disesuaikan. Jika pada hari biasa siswa menerima makanan siap santap, kini paket MBG dibagikan dalam bentuk bahan kering yang lebih tahan lama.
Langkah ini diambil untuk memastikan kualitas dan keamanan pangan tetap terjaga selama siswa menjalankan ibadah puasa. Paket yang diterima siswa antara lain berisi telur rebus, roti, susu, serta buah-buahan. Seluruhnya dirancang agar tetap layak konsumsi hingga waktu berbuka puasa.
Kepala Sekolah SD Negeri 81 Palembang, Yales Tyawati, S.Pd., M.Si,menjelaskan, kebijakan tersebut merupakan bentuk antisipasi agar makanan tidak berubah aroma atau basi karena disimpan seharian.
“Selama Ramadan, MBG tetap kami bagikan. Hanya saja bentuknya bahan yang lebih awet dan bisa dikonsumsi siswa saat berbuka nanti. Kami ingin memastikan asupan gizi tetap terpenuhi tanpa menimbulkan risiko.
Ia menegaskan, jika makanan dibagikan dalam bentuk masakan siap santap seperti hari biasa, dikhawatirkan kualitasnya menurun karena jarak waktu antara pembagian dan waktu konsumsi cukup panjang. Oleh sebab itu, bahan kering menjadi pilihan yang dinilai paling aman dan efektif,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Wali Kelas di SD Negeri 226 Palembang, Yulinar. Menurutnya, pembagian MBG tetap dilakukan secara berkala, bahkan satu paket dapat diperuntukkan untuk kebutuhan tiga hari.
“Alhamdulillah, program ini tetap berjalan. Yang dibagikan bahan kering agar tidak mudah basi. Siswa bisa menyimpannya dan menikmatinya saat berbuka puasa,” katanya.
Ia menambahkan,kebijakan ini juga mendapat respons positif dari para orangtua. Selain membantu memenuhi kebutuhan gizi anak, pembagian dalam bentuk bahan kering dinilai lebih fleksibel karena dapat dikonsumsi sesuai kebutuhan keluarga di rumah.
“Program MBG selama Ramadan menjadi bukti bahwa perhatian terhadap pemenuhan gizi siswa tidak surut meski pola belajar berubah. Sekolah berupaya menjaga keseimbangan antara keberlangsungan pendidikan dan kesehatan peserta didik. Di tengah suasana ibadah, komitmen memastikan anak-anak tetap mendapatkan asupan bergizi menjadi bagian dari tanggung jawab bersama dunia pendidikan,” tutupnya. (hasan)














