Palembang,Focuskini
SD Negeri 30 Palembang yang berlokasi di Jalan Sungai, 29 Ilir, Kecamatan Ilir Barat II, Kota Palembang, menjadi salah satu sekolah inklusi yang memberi ruang seluas-luasnya bagi siswa berkebutuhan khusus (ABK) untuk belajar berdampingan dengan siswa reguler.
Sebagai sekolah negeri yang menempatkan inklusivitas sebagai prioritas, SD Negeri 30 Palembang saat ini menampung 76 siswa ABK. Mereka terbagi dalam 23 rombongan belajar (rombel) sehingga proses belajar mengajar tetap kondusif dan setiap anak mendapat perhatian sesuai kebutuhannya.
Kepala SD Negeri 30 Palembang, Zainuri Ak, S.Pd, menjelaskan bahwa penempatan siswa ABK dilakukan secara proporsional di setiap tingkat pendidikan.
Di kelas I, terdapat tiga siswa ABK.
Di kelas II dan III, masing-masing menampung dua anak ABK.
Sementara di kelas IV, V, dan VI, jumlahnya meningkat menjadi empat hingga lima anak per kelas berpartisipasi menyesuaikan kapasitas guru pendamping serta kebutuhan belajar masing-masing siswa.
Menurut Zainuri, keberadaan siswa ABK bukan hanya membawa warna baru dalam proses pembelajaran, tetapi juga menanamkan nilai empati, saling menghargai, dan toleransi di antara para siswa reguler.
“ABK berhak mendapatkan pendidikan yang layak seperti anak-anak lainnya. Kami berupaya memastikan setiap anak merasa diterima, dihargai, dan mendapat kesempatan berkembang,” ujarnya.
Komitmen itu juga terlihat dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB). Sekolah secara terbuka menerima siswa ABK dan memastikan mereka dapat belajar di kelas yang sama dengan siswa reguler. Proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) turut disesuaikan, dengan dukungan dari guru serta pendampingan langsung dari orang tua jika diperlukan.
Zainuri menambahkan, keberhasilan pendidikan inklusif di sekolahnya tampak dari banyaknya lulusan siswa ABK yang berhasil melanjutkan pendidikan ke sekolah menengah pertama (SMP) negeri.
“Ini menunjukkan bahwa anak-anak ini mampu bersaing dan berkembang jika diberi ruang belajar yang inklusif.Dengan berbagai upaya tersebut, SD Negeri 30 Palembang terus memperkuat diri sebagai sekolah inklusi yang ramah, setara, dan mendorong setiap siswa untuk mencapai potensi terbaiknya,”pungkasnya.(hsn)














