Palembang,Focuskini
Upaya membangun kesadaran lingkungan tidak dapat ditunda, terutama di tengah meningkatnya tantangan perubahan iklim dan degradasi lingkungan. Pendidikan menjadi fondasi penting dalam menanamkan nilai keberlanjutan, sekaligus membentuk generasi yang tidak hanya peduli, tetapi juga mampu menghadirkan solusi nyata.
Transformasi tersebut tercermin di SMA Negeri 14 Palembang. Sekolah yang sebelumnya dihadapkan pada persoalan banjir dan rendahnya kesadaran pengelolaan sampah, kini bertransformasi menjadi ruang belajar yang menanamkan praktik hidup berkelanjutan. Perubahan ini tidak terjadi secara instan, melainkan melalui konsistensi para pendidik dalam membangun kesadaran kolektif di kalangan siswa.
“Kami percaya perubahan dimulai dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara terus-menerus. Peran sekolah adalah menanamkan nilai itu agar menjadi bagian dari karakter siswa,” ujar Kepala Sekolah SMA Negeri 14 Palembang, Harry Susanty.
Saat ini, praktik ramah lingkungan telah menjadi bagian dari keseharian warga sekolah. Penggunaan tumbler, pengurangan plastik sekali pakai, serta keterlibatan aktif siswa dalam pengelolaan lingkungan menjadi cerminan perubahan perilaku yang terbangun secara sistematis. Pendekatan ini diperkuat melalui integrasi pendidikan lingkungan dalam proses pembelajaran.
Pengakuan atas komitmen tersebut diwujudkan melalui capaian Sekolah Adiwiyata Tingkat Nasional pada 2023. Upaya ini kemudian diperkuat sejak 2024 melalui Program Sekolah Energi Berdikari yang diinisiasi oleh Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) sebagai bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan.
Melalui program ini, pembelajaran tidak berhenti pada tataran konsep, tetapi diperluas ke praktik nyata. Siswa diperkenalkan pada energi baru terbarukan melalui pemanfaatan panel surya, pengelolaan limbah menjadi produk bernilai guna, serta inovasi teknologi sederhana seperti sistem misting spray untuk efisiensi penyiraman di greenhouse.
Program ini tidak hanya meningkatkan literasi energi dan lingkungan, tetapi juga membentuk pola pikir kritis dan solutif di kalangan siswa. Hingga saat ini, program telah menjangkau lebih dari 1.100 siswa dan 85 tenaga pendidik, serta menjadikan SMA Negeri 14 Palembang sebagai rujukan praktik baik bagi sekolah lain.
Pada 2026, dampak program semakin meluas melalui replikasi ke SD Negeri 123 Palembang dan SMA Negeri 19 Palembang. Siswa didorong untuk berperan sebagai agen perubahan yang tidak hanya menerapkan praktik berkelanjutan di lingkungan sekolah, tetapi juga menularkannya kepada masyarakat yang lebih luas.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menegaskan bahwa penguatan kapasitas generasi muda menjadi fokus utama dalam program TJSL perusahaan.
“Melalui Sekolah Energi Berdikari, kami berupaya membangun pemahaman sekaligus keterampilan praktis bagi generasi muda agar mampu menjadi bagian dari solusi atas tantangan energi dan lingkungan di masa depan,” ujar Rusminto.
Program ini sejalan dengan komitmen terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 4 (Pendidikan Berkualitas), Tujuan 7 (Energi Bersih dan Terjangkau), serta Tujuan 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab). Melalui pendekatan edukatif dan aplikatif, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel terus mendorong lahirnya generasi yang adaptif, berdaya saing, dan berorientasi pada keberlanjutan.(soim)








