Sektor Pendidikan dan Libur Sekolah Dorong Ekonomi Sumsel Tumbuh 5,2 Persen di Triwulan II 2026

Palembang,Focuskini

Kinerja perekonomian Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mencatatkan akselerasi positif pada Triwulan II 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi daerah ini mencapai 5,2 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

Capaian tersebut mencerminkan laju aktivitas ekonomi yang makin membaik sekaligus berada di jalur pertumbuhan moderat, menempel ketat tren pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di angka 5,39 persen.

“Secara year-on-year, ekonomi kita masih cukup bagus dan memang ditopang dari sisi lapangan usaha. Seluruh sektor mengalami pertumbuhan yang positif,” ujar Kepala BPS Sumsel, Moh Wahyu Yulianto, saat ditemui usai rilis di Palembang, Rabu (5/8/2026).

BPS mengungkapkan bahwa penopang terkuat pertumbuhan ekonomi Sumsel pada triwulan ini datang dari sektor jasa pendidikan. Laju aktivitas pada lapangan usaha ini terakselerasi signifikan seiring momen perpisahan sekolah dan penerimaan peserta didik baru.

Akumulasi pengeluaran konsumsi rumah tangga untuk biaya kelulusan, pendaftaran sekolah, hingga pembelian perlengkapan belajar mengalir deras selama periode tersebut.

Selain pendidikan, geliat ekonomi juga terdongkrak oleh sektor perdagangan, industri pengolahan, serta penyediaan akomodasi makan dan minum yang terdorong momen libur panjang sekolah.

“Fenomenanya di triwulan kedua ini ada aktivitas ekonomi akibat libur sekolah dan masa akhir sekolah. Peningkatan pembayaran serta akumulasi konsumsi di sektor pendidikan tumbuh cukup bagus, disusul aktivitas perdagangan yang makin bergairah,” jelas Wahyu.

Sinyal positif lain yang memperkuat struktur pertumbuhan ekonomi Sumsel adalah pulihnya sektor pertambangan dan penggalian. Setelah sempat mengalami kontraksi atau pertumbuhan negatif pada Triwulan I 2026, sektor ini berbalik arah mencatatkan pertumbuhan positif pada Triwulan II.

Wahyu menilai, relaksasi dan penyesuaian kebijakan di sektor pertambangan menjadi pemicu utama masuknya kembali arus produksi serta kelancaran distribusi komoditas tambang andalan Sumsel.

“Kalau di triwulan I pertambangan ini sempat kontraksi atau minus, di triwulan II relatif ada kenaikan. Rebound ini memberikan dorongan yang sangat baik bagi keseluruhan laju ekonomi daerah,” pungkasnya. (Tia)