Palembang,Focuskini
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Selatan mencatat pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di wilayahnya telah mencapai 81,87 persen atau mencakup sekitar 2,48 juta pendataan unit usaha dan keluarga hingga 31 Juli 2026.
Capaian tersebut dinilai menunjukkan proses pendataan di lapangan berjalan dengan baik. BPS Sumsel pun menargetkan seluruh proses pendataan dapat diselesaikan lebih awal dari batas waktu resmi pada 31 Agustus 2026.
Kepala BPS Sumatera Selatan, Moh Wahyu Yulianto, menjelaskan bahwa sisa target sekitar 20 persen akan dituntaskan sepanjang Agustus 2026.
Menurut Wahyu, penyelesaian pendataan lebih awal sangat diperlukan agar BPS memiliki kecukupan waktu untuk melakukan verifikasi serta supervisi lanjutan terhadap data yang masih memerlukan pendalaman di lapangan.
“Kurang lebih 20 persen lagi yang akan kita selesaikan di bulan depan sampai dengan 31 Agustus. Harapannya, dengan progres yang cukup bagus setiap harinya, sebelum tanggal 31 bisa kita selesaikan lebih awal,” ujar Wahyu saat diwawancarai di Palembang, Jumat (31/7/2026).
Wahyu menegaskan pengetatan verifikasi data ini krusial mengingat salah satu manfaat utama data yang dihimpun pemerintah adalah untuk mendukung penyusunan berbagai program pembangunan agar penyalurannya tepat sasaran.
Data Sensus Ekonomi diharapkan dapat menjadi sumber acuan utama untuk membantu pemerintah mengidentifikasi kondisi sosial dan ekonomi masyarakat secara lebih akurat, sekaligus mengakhiri persoalan salah sasaran yang selama ini terjadi.
“Selama ini memang masih ditemukan kekisruhan. Orang yang tadinya harusnya tidak dapat malah dapat, yang harusnya dapat malah tidak dapat. Nah, itu yang ke depannya akan kita perbaiki,” jelasnya.
Mengenai temuan profil ekonomi baru dari pelaksanaan sensus, Wahyu menyebutkan bahwa data yang diperoleh saat ini masih bersifat awal sehingga belum dapat menggambarkan struktur ekonomi Sumsel secara keseluruhan.
Meski demikian, berdasarkan data sementara, sejumlah sektor yang selama ini menjadi kekuatan utama ekonomi Sumsel masih terlihat sangat dominan.
“Memang usaha-usaha yang sebelumnya teridentifikasi seperti pertambangan yang cukup besar, pertanian, kemudian perdagangan, itu juga terlihat dari data awal kita mengindikasikan bahwa sektor-sektor itu memberikan kontribusi ataupun struktur yang kuat di Sumatera Selatan,” terangnya.
Oleh karena itu, Wahyu mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk memberikan informasi yang jujur dan benar kepada petugas sensus agar data yang dihasilkan benar-benar menggambarkan kondisi di lapangan secara akurat.
Ia menambahkan, masyarakat perlu memahami bahwa setiap program yang dijalankan pemerintah memiliki tujuan serta peruntukan tertentu bagi kemaslahatan publik, sehingga dukungan data yang akurat dari warga sangat mutlak diperlukan.
“Kalau memang kondisinya sesuai dengan ini, nanti akan terlihat dari data hasil Sensus Ekonomi. Kalau bohong datanya, tentu nanti akan salah. Tetap akan terjadi kalau nanti asal-asal memberikan jawaban,” tegasnya.
“Tolong juga masyarakat perlu kita sadari bahwa pemerintah melakukan satu program pasti ada peruntukannya,” pungkasnya. (Tia)










