Palembang,Focuskini
Memasuki periode musim kemarau, PT Pusri Palembang sebagai bagian dari holding PT Pupuk Indonesia (Persero) terus memastikan ketersediaan stok pupuk sekaligus menjaga kelancaran pelayanan dan distribusinya di seluruh wilayah kerja perusahaan.
Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi perubahan kebutuhan pupuk di lapangan serta memastikan pelayanan kepada pelanggan dan petani tetap berjalan dengan baik.
Hingga 23 Agustus 2026, Pusri mencatat stok pupuk bersubsidi sebanyak 141.657,282 ton, terdiri atas 120.593,76 ton urea dan 21.063,522 ton NPK.
Ketersediaan stok tersebut terus dipantau secara berkala agar mampu memenuhi kebutuhan pupuk di berbagai wilayah.
Sementara itu, realisasi penyaluran hingga 23 Agustus 2026 tercatat mencapai 970.895,90 ton urea bersubsidi dan 300.759,05 ton NPK bersubsidi.
Kondisi musim kemarau berpotensi memengaruhi aktivitas pertanian, termasuk perubahan pola tanam di sejumlah daerah.
Menyikapi hal tersebut, Pusri memperkuat pemantauan terhadap posisi stok, perkembangan kebutuhan di masing-masing wilayah, serta koordinasi antara unit kerja dan jaringan distribusi.
VP Komunikasi & Administrasi Korporat Pusri, Rustam Effendi, menyampaikan bahwa kondisi musim kemarau menjadi salah satu faktor yang terus menjadi perhatian perusahaan dalam menjaga kesiapan distribusi pupuk.
“Di tengah musim kemarau, Pusri terus memantau kondisi di masing-masing wilayah, termasuk perkembangan kebutuhan pupuk dan posisi stok. Kami memastikan ketersediaan stok tetap terjaga dan pelayanan distribusi berjalan dengan baik. Dengan demikian, ketika kebutuhan meningkat, Pusri siap mendukung ketersediaan pupuk,” ujar Rustam.
Menurut dia, kesiapan perusahaan tidak hanya diwujudkan melalui pengamanan stok, tetapi juga dengan memastikan koordinasi dan proses distribusi berjalan secara optimal.
Pusri secara berkala memantau pergerakan stok di setiap lini distribusi serta berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk mengantisipasi perubahan kebutuhan di lapangan.
“Kami tidak hanya memperhatikan kondisi stok saat ini, tetapi juga memperhitungkan kebutuhan ke depan. Koordinasi antarunit terus kami perkuat agar distribusi dapat dilakukan secara tepat sesuai kebutuhan di masing-masing wilayah. Dengan upaya tersebut, masyarakat dan petani tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan pupuk,” jelasnya.
Selain memastikan ketersediaan pupuk, Pusri juga terus mendorong petani untuk menggunakan pupuk secara tepat dan berimbang sesuai kebutuhan tanaman.
Edukasi mengenai pemupukan yang menjadi salah satu bagian dari upaya perusahaan untuk membantu petani mempertahankan produktivitas pertanian di tengah kondisi cuaca yang dinamis.
“Kami mengajak para petani untuk tetap mengikuti rekomendasi pemupukan sesuai dengan jenis tanaman dan kebutuhannya. Pusri akan terus hadir melalui ketersediaan produk, pelayanan distribusi, dan edukasi, sehingga penggunaan pupuk dapat dilakukan secara efektif serta memberikan manfaat yang optimal bagi tanaman,” tambah Rustam.
Pusri memastikan pemantauan dan koordinasi akan terus dilakukan sepanjang periode musim kemarau.
Perusahaan juga siap menyesuaikan pola distribusi berdasarkan perkembangan kebutuhan pupuk di masing-masing wilayah.
Dengan dukungan stok yang memadai, koordinasi yang semakin kuat, serta pemantauan distribusi secara berkala, Pusri berkomitmen menjaga ketersediaan dan kelancaran penyaluran pupuk.
Upaya tersebut menjadi bagian dari kontribusi perusahaan dalam mendukung produktivitas pertanian, sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.(soim)








