Palembang,Focuskini
Sejumlah sekolah dasar di bawah naungan Dinas Pendidikan Kota Palembang menggelar penggalangan dana bagi korban bencana alam di Sumatera.Aksi ini melibatkan guru,siswa, dan orang tua yang secara sukarela memberikan bantuan.
Kepala Bidang Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Kota Palembang,Dr. Alhadi Yan Putra,mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian dunia pendidikan terhadap masyarakat terdampak.
“Penggalangan dana ini adalah wujud solidaritas kita semua. Para korban membutuhkan dukungan agar dapat segera bangkit,”ujarnya.
Menurut Alhadi,kegiatan ini sekaligus menjadi sarana pendidikan karakter bagi siswa untuk menumbuhkan empati dan semangat gotong royong.Seluruh donasi yang terkumpul akan dihimpun dan disalurkan secara resmi oleh Dinas Pendidikan kepada wilayah terdampak bencana di Sumatera.
“Kami memastikan bantuan disalurkan secara amanah dan tepat sasaran,Dinas Pendidikan juga mengajak masyarakat Palembang untuk terus memberikan doa dan dukungan bagi para korban agar kondisi segera pulih,”katanya
Sementara itu Yulinar,wali kelas di SD Negeri 226,mengatakan bahwa pihak sekolah bersama para orang tua murid sepenuhnya mendukung kegiatan kemanusiaan ini. Menurutnya,musibah yang terjadi tidak hanya merusak fasilitas dan lingkungan, tetapi juga meninggalkan luka mendalam bagi banyak keluarga.
“Kami mewakili para wali murid SD 226 sangat mendukung kegiatan penggalangan dana ini.Musibah yang menimpa saudara-saudara kita tentu membawa dampak besar bagi kehidupan mereka.Uluran tangan dari kita sangat dibutuhkan,” ujar Yulinar.
Ia menekankan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana berbagi, tetapi juga merupakan bagian dari pendidikan karakter bagi para siswa.
“Melalui kegiatan ini, anak-anak belajar tentang kepedulian,empati, dan gotong royong.Kami berharap seluruh orang tua dapat berpartisipasi sesuai kemampuan masing-masing.Semoga bantuan yang terkumpul dapat meringankan beban para korban dan menjadi amal kebaikan bagi kita semua,” ujarnya.
Yulinar menambahkan,donasi yang digalang oleh guru dan murid SD 226 diharapkan mampu membantu para korban bangkit dan kembali menjalani kehidupan dengan lebih baik.
“Semoga kegiatan ini dapat menumbuhkan rasa empati dan solidaritas di kalangan murid-murid, serta menjadi pembelajaran penting tentang arti tolong-menolong,”tuturnya
Sementara itu,Azka dan Inara,dua siswa yang mewakili murid SD 226, mengungkapkan rasa prihatin mereka terhadap bencana yang terjadi di beberapa daerah di Sumatera.Mereka menilai bahwa banyak keluarga yang kini berada dalam kondisi memprihatinkan dan membutuhkan bantuan segera.
“Kami sedih melihat banyak rumah yang rusak dan keluarga yang kehilangan tempat tinggal.Memberikan bantuan itu penting karena dapat meringankan beban mereka,” kata Azka.
Selain membantu secara materi, Inara menambahkan bahwa dukungan doa juga tidak kalah penting.Kami mendoakan agar para korban diberi kekuatan dan keadaan cepat pulih,”ujarnya.(hsn)














