Palembang, Focuskini
Di tengah pesatnya perkembangan industri penerbangan nasional yang membutuhkan tenaga terampil dan profesional, SMK Penerbangan Sriwijaya terus memperkuat kesiapan siswanya melalui pengalaman kerja nyata di lapangan. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah mengirimkan peserta didik kelas XI untuk mengikuti program Praktik Kerja Lapangan (PKL) di sejumlah bandara besar dan lembaga pendidikan penerbangan di Indonesia. Program ini menjadi bagian penting dari implementasi kurikulum vokasi yang menekankan keseimbangan antara teori di kelas dan praktik langsung di dunia industri.
Selama empat bulan, para siswa ditempatkan di berbagai institusi penerbangan, di antaranya Batam Aero Technic (BAT), Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Politeknik Penerbangan Indonesia (PPI) Curug, serta Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan (STTKD) Yogyakarta. Di lokasi tersebut, para siswa berkesempatan menyaksikan sekaligus terlibat dalam berbagai aktivitas operasional yang menjadi bagian penting dari sistem kerja industri penerbangan.
Wakil Kepala SMK Penerbangan Sriwijaya Bidang Kurikulum, Wiwin Sartika, S.Pd., Gr., menjelaskan bahwa program PKL merupakan tahap krusial dalam pembentukan kompetensi siswa sebelum mereka benar-benar memasuki dunia kerja.
Menurutnya, pengalaman langsung di lingkungan bandara akan memberikan pemahaman yang jauh lebih komprehensif dibandingkan pembelajaran di kelas semata.
“PKL menjadi jembatan antara teori yang dipelajari di sekolah dengan praktik nyata di industri. Melalui kegiatan ini siswa belajar tentang standar keselamatan penerbangan, kedisiplinan kerja, serta etika profesional yang menjadi fondasi utama dalam dunia aviasi,” ujarnya.
Ia menambahkan, penempatan siswa di beberapa lokasi berbeda memberikan keuntungan tersendiri karena setiap bandara maupun institusi penerbangan memiliki karakter operasional yang tidak sama. Keragaman tersebut membuat siswa memperoleh wawasan yang lebih luas mengenai sistem kerja industri penerbangan modern.
“Selama menjalani PKL, siswa diperkenalkan pada berbagai bidang operasional bandara, mulai dari layanan penumpang, pengenalan prosedur keamanan penerbangan, hingga administrasi operasional. Pengalaman tersebut tidak hanya memperkaya keterampilan teknis, tetapi juga membentuk karakter kerja yang disiplin, tangguh, serta mampu bekerja dalam tim,” katanya
Sambungnya, pihak sekolah berharap pengalaman selama mengikuti PKL dapat menjadi bekal berharga bagi siswa untuk meniti karier di sektor penerbangan, baik sebagai petugas ground handling, staf layanan penumpang, administrasi penerbangan, maupun pada unit operasional bandara lainnya.
“Bagi para siswa, kesempatan menjalani PKL di lingkungan bandara juga menjadi pengalaman yang sangat berkesan. Mereka merasakan secara langsung dinamika kerja di industri penerbangan yang selama ini hanya dipelajari melalui teori,” ucapnya.
Adzi Sunan, komandan Poltar, mengaku kegiatan PKL membuka wawasannya tentang kompleksitas sistem kerja di bandara. Menurutnya, setiap unit memiliki peran penting yang saling berkaitan untuk memastikan operasional penerbangan berjalan aman dan lancar.
“Pengalaman ini benar-benar luar biasa. Saya bisa melihat langsung bagaimana setiap bagian bekerja sama menjaga kelancaran penerbangan. Ini membuat saya semakin semangat belajar dan ingin berkarier di dunia aviasi,” katanya.
Hal senada disampaikan Alicia Anisa, anggota Poltar, yang merasakan peningkatan kepercayaan diri setelah mengikuti kegiatan tersebut. Ia mengaku mendapat banyak pengalaman baru, terutama dalam memahami prosedur kerja dan pelayanan kepada penumpang.
“Saya belajar tentang pelayanan penumpang, memahami SOP, serta bekerja sama dengan petugas bandara. Rasanya bangga sekali bisa terlibat langsung. Pengalaman ini membuat saya semakin termotivasi untuk meraih cita-cita di bidang penerbangan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua OSIS Za’im Al-Adli menilai kesempatan praktik langsung di lingkungan bandara merupakan pengalaman yang sangat berharga bagi siswa sekolah vokasi penerbangan.
“Bisa melihat langsung bagaimana operasional bandara berjalan adalah pengalaman yang luar biasa. Saya jadi lebih memahami dunia penerbangan yang sebenarnya. Pengalaman ini sangat menginspirasi dan membuat saya ingin terus berkembang,” tutupnya. (hasan)











