Palembang,Focuskini
Nilai-nilai religius tampak hidup dan tumbuh kuat di lingkungan SMP Negeri 5 Palembang. Setiap siang, ketika azan Zuhur berkumandang, ratusan siswa sekolah yang terletak di Jalan Syakyakirti, Lorong Pancasila No. 28, Kelurahan Karang Jaya, Kecamatan Gandus, ini bergegas mengambil wudhu dan berbaris rapi di pelataran sekolah untuk melaksanakan shalat Zuhur berjamaah.
Sebanyak 659 siswa mengikuti kegiatan ini setiap hari, kecuali bagi siswi yang berhalangan karena datang bulan. Tradisi ini telah lama menjadi bagian dari budaya sekolah, dan kini menjadi salah satu ciri khas pembentukan karakter di SMP Negeri 5 Palembang.
Setelah menikmati program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan makan bersama di lingkungan sekolah, para siswa diberi waktu sekitar 20 menit untuk bersiap melaksanakan ibadah. Pelaksanaan shalat berjamaah dilakukan di sepanjang pelataran kelas, dengan barisan siswa laki-laki dan perempuan yang dipisahkan.
Meski berdiri di kawasan rawa-rawa, semangat ibadah para siswa dan guru tidak pernah surut. Shalat berjamaah dipimpin secara bergiliran oleh para guru, sementara guru pendidikan agama dan wali kelas turut mendampingi untuk menjaga ketertiban.
Kepala SMP Negeri 5 Palembang, Nursiah Lelawati, M.Pd., mengatakan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas ibadah, melainkan juga sarana membentuk karakter peserta didik agar lebih disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki rasa kebersamaan.
“Kami ingin membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berakhlak mulia. Shalat berjamaah ini menjadi salah satu cara menanamkan nilai kebersamaan dan kedisiplinan sejak dini,” ujarnya Selasa (4/11/2025).
Ia menambahkan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari pendidikan iman dan takwa (imtaq) yang diterapkan secara berkelanjutan di sekolah.
“Waktu jeda sekitar 20 menit kami manfaatkan untuk berkumpul dan shalat berjamaah. Bagi siswi yang berhalangan, tetap berada di kelas untuk menjaga ketenangan. Semua diarahkan agar tetap menghormati kegiatan ibadah ini.
Program shalat berjamaah tersebut mendapat sambutan positif dari para orang tua. Mereka menilai, pembiasaan ini membantu anak-anak menjaga rutinitas ibadah meskipun di luar rumah,”jelasnya
Sementara itu,guru Pendidikan Agama Islam, Doni Akbar, mengatakan bahwa kegiatan ini rutin dilakukan sebelum siswa melanjutkan ke pelajaran berikutnya.
“Kami ingin anak-anak terbiasa shalat tepat waktu dan berjamaah. Ini bagian dari pembentukan karakter religius dan disiplin sejak dini,” ujar Doni.
Menurutnya, kebiasaan sederhana seperti shalat berjamaah dapat menjadi pondasi penting dalam membangun kepribadian siswa yang berimbang antara pengetahuan dan nilai spiritual.
“Ini bukan hanya ibadah wajib, tapi juga latihan kedisiplinan dan kebersamaan. Dari sinilah karakter positif tumbuh,”pungkasnya.(has)














