Palembang,Focuskini
Perum BULOG Kantor Wilayah Sumatera Selatan dan Bangka Belitung (Sumsel-Babel) mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembelian secara berlebihan (panic buying) menyusul ketersediaan stok beras yang mencapai 79 ribu ton, jumlah yang diklaim sangat aman untuk memenuhi kebutuhan hingga enam bulan ke depan.
Kepastian stok ini didukung oleh realisasi pengadaan beras dan gabah dalam negeri di wilayah Sumsel-Babel yang telah menyentuh angka 44,9 juta ton per 8 Maret 2026.
Selain itu, penyaluran beras Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di wilayah ini terus diakselerasi, dengan total realisasi penjualan hingga Maret 2026 mencapai 7,4 juta ton atau 13,37 persen dari target tahunan.
“Untuk Sumsel, stok beras saat ini kurang lebih 79 ribu ton. Jumlah ini sangat siap dan cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga Hari Raya Idul Fitri. Kami perkirakan aman untuk 5 hingga 6 bulan ke depan,” ujar Pimpinan Wilayah Bulog Kanwil Sumsel Babel, Mersi Windrayani, Senin (9/3/2026).
Mersi mengatakan jika masyarakat tidak perlu khawatir akan kelangkaan karena penyerapan hasil panen petani lokal saat ini tengah berlangsung merata di berbagai wilayah.
Kondisi ini dipastikan akan terus menambah cadangan pangan daerah secara berkelanjutan sepanjang tahun.
“Kami memastikan pasokan tetap tersedia dan cukup. Penyerapan hasil panen masih terus berjalan, sehingga stok yang ada akan terus bertambah,” imbuhnya.
Sementara itu, Direktur Utama Perum BULOG, Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan jika secara nasional stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) berada pada level sangat kuat yakni 3,74 juta ton.
Selain beras, pasokan minyak goreng juga dipastikan stabil melalui kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) sebesar 46 juta liter per bulan.
“Tidak perlu ada kepanikan di masyarakat. Stok pangan nasional dalam kondisi aman dan pemerintah terus memastikan ketersediaannya. Kami mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan berbelanja secara wajar sesuai kebutuhan,” tegasnya.
Pihak BULOG berkomitmen untuk terus memantau distribusi di pasar-pasar tradisional guna menjaga stabilitas harga. (Tia)











