Palembang,Focuskini
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) tak ingin kecolongan menghadapi arus mudik dan balik Idul Fitri 1447 Hijriah. Dengan prediksi pergerakan mencapai 3,87 juta orang, provinsi ini bersiap menjadi simpul utama penghubung jalur darat dari Lampung hingga Aceh.
Gubernur Sumsel, Herman Deru menyampaikan jika percepatan perbaikan jalan nasional sepanjang kurang lebih 1.500 kilometer menjadi fokus utama. Ia memastikan seluruh ruas berlubang akan tuntas diperbaiki paling lambat H-10 Lebaran.
“H-10 seluruh lubang sudah tertutup semua. Itu jaminan dari Kementerian PU. Termasuk jalan yang sempat viral seperti penghubung Muba-Mura,” ujar Deru, Jum’at (27/2/2026).
Selain ruas Musi Banyuasin–Musi Rawas, perbaikan juga difokuskan di Banyuasin, Palembang–Prabumulih, hingga Prabumulih–Lahat. Perhatian khusus diberikan pada jalur padat Palembang–Betung yang menjadi penghubung utama menuju Jambi.
“Dari sekitar 60 kilometer ruas tersebut, 22 kilometer di antaranya kerap mengalami kemacetan akibat titik penyempitan (bottleneck). Kami berharap optimalisasi Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) dapat menjadi solusi distribusi arus kendaraan,” katanya.
Tak hanya jalan raya, sektor perkeretaapian juga menjadi perhatian. Peningkatan frekuensi kereta api barang, terutama angkutan batu bara, berpotensi memicu kepadatan di perlintasan sebidang. Untuk itu, disepakati pembangunan empat flyover di Muara Enim guna mengurai potensi kemacetan.
“Kami juga meminta penegasan larangan angkutan batu bara melintas di jalan umum selama periode mudik guna menjaga kelancaran arus kendaraan pribadi dan bus,” imbuhnya.
Di sektor transportasi laut, percepatan Proyek Strategis Nasional (PSN) Pelabuhan Tanjung Carat terus didorong. Sementara itu, Pemprov juga mengusulkan penambahan penerbangan di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang untuk mengantisipasi lonjakan
Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, menyebut kesiapan Sumsel menghadapi angkutan Lebaran berjalan cukup baik. Ia menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor agar pergerakan jutaan pemudik dapat berlangsung aman dan nyaman.
“Pemerintah pusat juga menyiapkan kebijakan pendukung, termasuk diskon tarif tol pada periode tertentu guna membantu kelancaran perjalanan masyarakat,” pungkasnya. (Tia)










