Pagaralam,Focuskini
Pemerintah Kota Pagar Alam resmi memulai penataan ulang pedagang di Pasar Tradisional Nendagung. Langkah ini dilakukan dengan merelokasi pedagang ke area gedung dan lapak yang telah disiapkan.
Tujuannya jelas, yakni menertibkan area jalan, sekaligus menjadikan pasar sebagai pusat perekonomian yang rapi, bersih, dan nyaman bagi pedagang maupun pembeli.
Dalam hal ini, Walikota Pagar Alam H. Ludi Oliansyah turun langsung ke Pasar Nendagung untuk memastikan seluruh pedagang mendapatkan keadilan dalam pembagian lapak.
Pantauan dilapangan, Proses pembagian dilakukan dengan cara diundi yang dipimpin oleh Walikota untuk menentukan nomor lapak untuk pedagang sayuran, ikan, daging, ayam, kuliner, sembako, dan jenis dagangan lainnya.
Berdasarkan data, sebanyak 164 pedagang sayuran akan menempati area di dalam gedung pasar. Sementara 340 pedagang lainnyaakan ditempatkan di area lapak ikan, daging, ayam, sembako, dan pusat kuliner.
Menurut Walikota Ludi, sistem undian dipilih agar pembagian lapak berjalan adil dan transparan.
“Jadi ame lapak lah diundi ni, tinggal tuah nasib kamu tulah dapat lapak di nomer berape, jadi dide bie agi rase cemburu sosial antara pedagang A dan pedagang B,” ungkapnya.
Ia berharap setelah penataan ini tidak ada lagi pedagang yang berjualan di luar area yang telah ditetapkan. Dengan begitu, kawasan Pasar Nendagung bisa tetap tertata rapi dan bersih ke depannya.
Pemkot Pagar Alam menargetkan, dengan penataan ini aktivitas jual beli di Nendagung semakin tertib dan daya tarik pasar sebagai pusat ekonomi rakyat semakin meningkat.(delta)











