Palembang,Focuskini
Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 7 Sentra Budi Perkasa Palembang mulai menjalankan kegiatan pendidikan dengan konsep berasrama. Sekolah ini berlokasi di Jalan Sosial Km 5, Kelurahan Suka Bangun, Kecamatan Sukarami, Palembang, dan dirancang untuk memberikan pembinaan pendidikan sekaligus penguatan karakter bagi peserta didik.
Kepala SRMA 7 Sentra Budi Perkasa Palembang, Diana Nursanti, mengatakan pada tahun ajaran ini sekolah menerima sebanyak 100 siswa lulusan SMP negeri. Dari jumlah tersebut, terdiri atas 66 siswa laki-laki dan 44 siswa perempuan.
“Seluruh siswa yang diterima akan langsung tinggal di lingkungan sekolah dengan sistem asrama,” ujarnya
Ia menjelaskan, pihak sekolah telah menyiapkan tiga gedung asrama untuk menunjang kebutuhan para siswa. Dua gedung diperuntukkan bagi siswa laki-laki dan satu gedung khusus untuk siswa perempuan.
“Untuk satu kamar asrama, ada yang diisi enam orang dan ada juga yang diisi 12 orang, tergantung luas ruangan. Selain itu, setiap 10 siswa akan didampingi satu wali asuh yang bertugas mengontrol, membimbing, dan membantu kebutuhan siswa sehari-hari,” katanya.
Diana menambahkan, meski menerapkan sistem tinggal di asrama, para siswa tetap diperbolehkan pulang ke rumah saat masa libur sekolah. Sementara itu, orang tua dijadwalkan dapat menjenguk anak-anak mereka setiap hari Minggu.
“Namun, untuk sementara waktu orang tua belum kami perbolehkan menjenguk. Saat ini kami ingin siswa fokus beradaptasi dan belajar, terutama pada hari-hari awal masuk sekolah,” ujarnya.
Dalam penerapan aturan asrama, pihak sekolah juga melarang siswa membawa telepon genggam. Untuk kebutuhan komunikasi dengan orang tua, siswa akan difasilitasi melalui wali asuh masing-masing.
Terkait proses pembelajaran, Diana menjelaskan bahwa SRMA 7 Sentra Budi Perkasa Palembang menerapkan kurikulum khusus yang mengombinasikan kurikulum sekolah formal dengan kurikulum asrama.
“Kurikulum yang diterapkan bersifat terpadu. Kami menggabungkan kurikulum pendidikan formal dengan pembinaan di asrama, dengan fokus utama pada pengembangan bakat, karakter, dan potensi masing-masing anak.
Melalui sistem tersebut, sekolah berharap para siswa tidak hanya berkembang secara akademik, tetapi juga memiliki kedisiplinan, kemandirian, serta karakter yang kuat sebagai bekal masa depan,”pungkasnya.(hsn)








