Jambi,Focuskini
PT Hutama Karya (Persero) terus mengakselerasi pengerjaan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) Tahap II pada Ruas Betung–Tempino–Jambi. Proyek sepanjang 170,70 km ini ditargetkan rampung sepenuhnya pada tahun 2027 untuk mengintegrasikan mobilitas antara Provinsi Sumatera Selatan dan Jambi secara permanen.
Saat ini, pengerjaan difokuskan pada dua titik utama, yakni Seksi 1 (Betung–Tungkal Jaya) dan Seksi 2 (Tungkal Jaya–Bayung Lencir) dengan total panjang 118,14 km.
Di sisi lain, masyarakat sudah mulai dapat menikmati segmen Bayung Lencir–Tempino dan Tempino–Ness yang saat ini beroperasi tanpa tarif.
Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah menyampaikan jika kehadiran tol ini merupakan solusi atas keterbatasan kapasitas jalan nasional yang selama ini menghambat distribusi logistik.
“Kami terus mendorong pembangunan koridor ini agar konektivitas antardaerah menguat dan arus logistik menjadi lebih efisien. Tujuannya jelas, agar manfaat ekonomi bisa segera dirasakan oleh masyarakat maupun pelaku usaha,” ujar Mardiansyah, Jum’at (30/1/2026).
Proyek strategis nasional ini turut mendapat sorotan positif dari legislatif. Ketua Tim Kunjungan Kerja Komisi V DPR RI, A. Bakrie, memuji proses pengadaan lahan di wilayah Jambi yang dinilai sangat progresif hingga memecahkan rekor MURI. Kelancaran ini menjadi sinyal positif untuk melanjutkan pembangunan hingga ke Ruas Rengat, Riau.
“Pembebasan lahannya sangat baik, bahkan tercepat. Kami berharap pengerjaan fisik segera rampung sehingga rencana menyambungkan tol hingga ke Rengat dapat langsung kita lanjutkan tanpa kendala berarti,” kata A. Bakrie di Gerbang Tol (GT) Pijoan.
Selain mempersingkat waktu tempuh, jalan tol ini dirancang untuk menghidupkan sektor pariwisata unggulan seperti Candi Muaro Jambi dan Taman Nasional Kerinci Seblat.
Sebagai bentuk dukungan terhadap ekonomi kerakyatan, Hutama Karya juga memastikan akan menyediakan ruang khusus bagi pelaku UMKM lokal di setiap titik rest area.
“Hutama Karya berkomitmen menghadirkan layanan infrastruktur yang andal dan terkoneksi demi mendukung daya saing ekonomi di wilayah Sumatera,” pungkasnya. (Tia)










