Palembang,Focuskini
Hari kedua pelaksanaan Sumatif Akhir Semester (SAS) bagi siswa SD dan SMP di Kota Palembang berlangsung dengan suasana yang lebih intens.Dua mata pelajaran yang diujikan Matematika serta Pendidikan Agama dan Budi Pekerti membuat sejumlah siswa terlihat datang lebih awal untuk mempersiapkan diri.
Sejak pukul 07.00 WIB,halaman sekolah mulai dipadati siswa yang menenteng buku catatan dan perlengkapan ujian.Ada yang memilih duduk berkelompok untuk membaca ulang rumus matematika,ada pula yang memanfaatkan waktu dengan berbincang ringan guna mengurangi ketegangan. Sementara itu,para guru dan pengawas bergerak memeriksa ruang kelas, memastikan meja berjarak rapi dan suasana kondusif untuk mengerjakan ujian.
Kepala SD Negeri 1 Palembang, Rahma Danniarti,S.Pd.,M.Pd., menjelaskan bahwa sekolahnya harus menerapkan dua sesi ujian pagi dan siang karena jumlah ruang kelas tidak mencukupi untuk menampung seluruh peserta SAS.
“Jumlah peserta yang mengikuti SAS mencapai 543 siswa dari kelas 1 hingga kelas 6.Dengan kondisi ruang kelas yang terbatas,pembagian dua sif menjadi pilihan paling efektif agar pelaksanaan ujian tetap nyaman dan tertib,”ujarnya.
Ia menegaskan,pembagian jadwal ini tidak mengurangi kualitas pelaksanaan SAS.Setiap sif mendapat waktu yang sama,pengawasan yang ketat,serta perhatian penuh dari para guru dan pengawas.
“Yang terpenting adalah semua siswa bisa mendapatkan suasana yang kondusif.Baik sif pagi maupun siang, standar pelaksanaannya tetap sama,”tambahnya.
Bagi sebagian siswa,ujian Matematika menjadi momok yang menegangkan.Namun,
pendampingan intensif dari guru dalam beberapa minggu terakhir membuat mereka lebih percaya diri. Sementara itu,Pendidikan Agama dan Budi Pekerti diharapkan mampu mengukur sejauh mana peserta didik memahami nilai moral,sikap toleransi, dan penguatan karakter yang selama ini diajarkan.
“SAS ini bukan hanya mengukur kemampuan akademik,tetapi juga bagaimana siswa memahami nilai-nilai yang membentuk karakter mereka,”kata Rahma.
Rahma menilai,pelaksanaan SAS ini juga menjadi bahan evaluasi bagi sekolah untuk menilai capaian pembelajaran sepanjang semester ganjil.Hasil ujian akan menjadi dasar perbaikan materi maupun metode belajar pada semester berikutnya.
“Kami ingin memastikan seluruh siswa dapat mengikuti SAS dengan baik dari awal hingga akhir.Semoga semua proses berjalan tertib dan hasilnya bisa memberikan gambaran yang akurat untuk peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah,”ungkapnya
Di sela pelaksanaan ujian,seorang siswa kelas 6,Azzam (12),berbagi pengalamannya.
“Matematika tadi agak sulit, terutama bagian pecahan.Tapi karena sudah latihan sama guru, jadi lebih siap.Saya belajar semalam,tapi tetap deg-degan juga dan akhirnya saya bisa mengerjakan semua soal – soal dari ujian tersebut,”ujarnya
“Walau dibagi dua sif,tetap enak. Kami bisa fokus.Saya berharap nilai saya bagus supaya bisa masuk SMP yang saya inginkan,”pungkasnya.(Hasan Basri)








