Palembang,Focuskini
Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Selatan mencatat tingkat inflasi sebesar 0,29 persen secara bulanan (month-to-month) pada Maret 2026 yang dipicu oleh kenaikan harga pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau di tengah momentum Ramadan serta Lebaran.
Kepala BPS Sumatera Selatan, Mohammad Wahyu Yulianto, menjelaskan bahwa berdasarkan pantauan terhadap 425 komoditas, sebanyak 184 komoditas mengalami kenaikan harga.
Komoditas utama yang memberikan andil inflasi antara lain daging ayam ras, telur ayam ras, bensin non-subsidi, serta tarif angkutan antar kota.
“Yang bisa dikendalikan oleh pemerintah daerah itu cukup signifikan bisa dilakukan. Tapi memang ada beberapa yang tidak bisa dikendalikan, seperti kenaikan BBM non-subsidi,” ujar Mohammad Wahyu Yulianto saat memberikan keterangan di Palembang, Kamis (2/4/2026).
Wahyu menambahkan, meskipun terdapat tekanan harga pada komoditas tertentu, laju inflasi di Sumatera Selatan secara umum masih dinilai stabil dan terkendali.
Pihaknya menekankan bahwa peran pemerintah daerah dalam menjaga rantai pasok sangat krusial untuk menekan gejolak harga di pasar, terutama untuk komoditas pangan lokal.
Pihak BPS merekomendasikan agar pemerintah daerah terus memastikan ketersediaan suplai komoditas lokal tetap melimpah guna mengimbangi tingginya permintaan masyarakat selama periode hari besar keagamaan.
“Saya memang menyampaikan komoditas-komoditas lokal yang bisa dikendalikan oleh pemerintah, berikan suplai yang banyak,” tutupnya. (Tia)













