Pagaralam,Focuskini
Langit Kota Pagar Alam beberapa hari terakhir tampak samar. Bukan kabut pagi biasa, melainkan lapisan asap tipis yang menggantung dan membuat jarak pandang berkurang.
Melihat kondisi itu, Dinas Kesehatan Kota Pagar alam langsung bergerak. Petugas sanitasi di seluruh puskesmas diturunkan untuk melakukan Surveilans Kualitas Udara Dalam Ruang (SKUDR).
“Teman-teman tenaga sanitasi lingkungan puskesmas saat ini sedang melaksanakan SKUDR. Masing-masing puskesmas memeriksa 30 rumah tangga,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Pagar Alam, Ali Akbar Fitriansah.
Ia menerangkan, Survei menyasar rumah-rumah warga untuk memotret bagaimana kualitas udara di tempat tinggal. Tujuannya satu memastikan asap yang terlihat tidak berdampak langsung pada kesehatan masyarakat.
Namun,Kata Dia, pemeriksaan masih terbatas. Karena keterbatasan alat, petugas baru bisa mengukur parameter bakteriologis udara dan kebisingan. Parameter SOx dan COx yang biasanya terkait polusi pembakaran belum bisa diukur.
“Parameter yang diperiksa baru bakteriologis udara dan kebisingan,”imbuhnya.
Di tengah ketidakpastian sumber asap, Dinkes memilih langkah pencegahan. Warga diimbau tidak menunggu sakit baru periksa.
“Untuk masyarakat Kota Pagaralam, tetap menjaga kesehatan, memakai masker dan jangan sungkan mengikuti kegiatan cek kesehatan gratis yang dilaksanakan dari Dinas Kesehatan untuk mengontrol kesehatan secara individu,” kata Ali Akbar.
Imbauan itu ditujukan khususnya bagi anak, lansia, ibu hamil, dan penderita ISPA. Penggunaan masker saat beraktivitas di luar rumah dinilai langkah paling sederhana namun efektif.(soim)









![IMG-20250709-WA0171[1]](https://focuskini.id/wp-content/uploads/2025/07/IMG-20250709-WA01711-300x178.jpg)
![IMG-20250709-WA0166[1]](https://focuskini.id/wp-content/uploads/2025/07/IMG-20250709-WA01661-300x178.jpg)



