Palembang, Focuskini
Dua hari menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, geliat belanja masyarakat untuk kebutuhan Lebaran mencapai puncaknya. Sejumlah toko kue, baik kue kering maupun kue basah, dipadati pembeli sejak pagi buta. Lonjakan pengunjung yang signifikan membuat antrean membludak tak terhindarkan, bahkan sudah terlihat selepas waktu subuh.
Hasil pantauan wartawan Suara Publik di salah satu toko grosir kue menunjukkan ratusan pembeli memadati lokasi. Mayoritas pengunjung merupakan kaum ibu yang rela berdesakan demi mendapatkan kue favorit untuk sajian hari raya. Antrean tampak membludak di luar toko, sementara petugas harus mengatur keluar-masuk pembeli secara bergantian.
Fenomena ini mencerminkan kuatnya tradisi masyarakat dalam menyambut Idul Fitri. Kue kering seperti nastar, kastengel, dan putri salju, serta aneka kue basah tradisional, menjadi sajian wajib yang tak terpisahkan dari momen silaturahmi.
Salah satu pembeli, Ulik, mengaku sudah datang lebih awal untuk menghindari keramaian. Namun, perkiraannya meleset.
“Sudah datang pagi, ternyata pengunjungnya jauh lebih banyak dari yang saya bayangkan. Bahkan, banyak yang sudah antre sejak selesai shalat subuh,” ujarnya.
Di dalam toko, suasana tak kalah padat. Para pembeli tampak bergegas memilih berbagai jenis kue. Petugas toko terlihat kewalahan melayani permintaan yang datang bertubi-tubi, namun tetap berupaya memberikan pelayanan terbaik.
“Harus sabar antre, tapi akhirnya saya bisa juga mendapatkan kue yang diinginkan,” tambahnya
Pengalaman serupa disampaikan pembeli lainnya, Iwan Setiawan. Ia sempat berniat mengurungkan niatnya melihat kondisi yang terlalu ramai.
“Pas sampai, saya lihat sudah penuh dan berdesakan. Sempat terpikir untuk pulang saja, tapi karena sudah datang, akhirnya tetap antre sampai bisa masuk,” katanya.
Salah satu karyawan toko yang enggan disebutkan namanya, sebut saja Widia Wati, mengakui lonjakan pembeli pada tahun ini jauh lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Dalam dua hari terakhir, penjualan meningkat tajam seiring semakin dekatnya Hari Raya Idul Fitri.
“Setiap Lebaran memang selalu ramai, tetapi kali ini terasa jauh lebih padat. Kami sampai harus menambah stok kue dan jumlah karyawan agar pelayanan kepada pembeli tetap optimal,” ujarnya.
Menurut dia, tingginya antusiasme masyarakat menjadi indikator kuatnya daya beli sekaligus menegaskan bahwa tradisi menyajikan kue saat Lebaran masih terus terjaga di tengah masyarakat.
Namun, di balik meningkatnya penjualan, kepadatan pengunjung juga menghadirkan tantangan tersendiri, terutama terkait kenyamanan dan keamanan.
” Menjelang puncak perayaan Idul Fitri, aktivitas ekonomi di sektor makanan dan minuman, khususnya penjualan kue Lebaran, diperkirakan masih akan terus meningkat. Tradisi berburu kue tidak sekadar menjadi rutinitas tahunan, tetapi juga mencerminkan semangat kebersamaan dalam menyambut hari kemenangan,” tutupnya. ( hasan)








