16 Korban Kecelakaan Jalinsum Muratara Jalani Proses Identifikasi

Muratara,Focuskini

Kepolisian Daerah Sumatera Selatan menyampaikan perkembangan terbaru terkait kecelakaan maut yang melibatkan Bus Antar Lintas Sumatera (ALS) dan truk tangki milik PT Seleraya di Jalan Lintas Sumatera, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara, Rabu (6/5/2026) sekitar pukul 12.39 WIB.

Dari hasil pendataan sementara, jumlah korban meninggal dunia tercatat sebanyak 16 orang. Selain itu, empat korban lainnya mengalami luka-luka, dengan rincian tiga orang dalam kondisi luka berat dan satu korban luka ringan.

Beberapa identitas korban yang telah diketahui di antaranya Alif (44), sopir bus asal Jawa Tengah, Saf (50) kernet bus asal Medan, Yanto sopir truk tangki, serta Martini, penumpang truk tangki. Sementara korban luka ringan diketahui bernama M. Fadli (30) kernet bus asal Riau.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya mengatakan, data korban masih bersifat sementara dan berpotensi berkembang seiring proses identifikasi yang terus berjalan.

“Untuk sementara tercatat 16 orang meninggal dunia, tiga mengalami luka berat, dan satu luka ringan,” kata Nandang saat dikonfirmasi.

Kerugian materi akibat kecelakaan ini diperkirakan mencapai Rp 500 juta, meliputi kerusakan total pada bus, truk tangki, serta dua unit sepeda motor yang turut terdampak.

“Dalam proses olah tempat kejadian perkara, petugas juga menemukan sejumlah barang di dalam bus, seperti tabung gas, kursi kayu, peralatan kendaraan, serta barang-barang pribadi milik penumpang,” jelas Nandang.

Seluruh jenazah korban saat ini telah dievakuasi ke RSUD Lubuklinggau. Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sumsel bersama tim Laboratorium Forensik dan Traffic Accident Analysis (TAA) tengah melakukan proses identifikasi lebih lanjut.

“Untuk memudahkan keluarga korban, pihak kepolisian juga membuka posko ante mortem di rumah sakit tersebut sebagai pusat informasi dan koordinasi,” pungkas Nandang.

Hingga kini, proses identifikasi masih berlangsung dan baru sebagian korban yang berhasil dikenali. (uci)