Palembang,Focuskini
Kilang Pertamina Plaju terus melakukan berbagai langkah strategis untuk meningkatkan hasil produksi dan efisiensi pengolahan di tengah dinamika dan tantangan operasional di sepanjang tahun 2025. Upaya tersebut dijalankan melalui strategi optimasi terpadu yang berfokus pada revenue growth, cost saving, dan cost avoidance, guna menjaga keandalan operasi sekaligus mendukung ketahanan energi nasional.
“Di tengah berbagai tantangan operasional, Kilang Pertamina Plaju terus berfokus pada penguatan kinerja melalui strategi optimasi yang terukur dan berkelanjutan. Sepanjang 2025, kami menjalankan berbagai inisiatif yang berorientasi pada peningkatan nilai tambah produk, efisiensi biaya, serta penguatan keandalan operasi, agar kilang tetap mampu beroperasi secara optimal dan responsif terhadap kebutuhan energi nasional,” kata General Manager RU III PT Kilang Pertamina Internasional, Khabibullah Khanafie.
Dari sisi revenue growth, Kilang Pertamina Plaju berhasil meningkatkan nilai tambah produk melalui konversi low valuable product menjadi valuable product, di antaranya produksi single brand refrigeran Breezon berbahan dasar propylene sebagai refrigerant ramah lingkungan pengganti Freon.
Selain itu, Kilang Pertamina Plaju juga melakukan pengaturan kondisi operasi dan komposisi crude di salah satu unit produksi untuk mengoptimalkan produksi Avtur, sekaligus menjaga kontinuitas rantai pasokan BBM di wilayah Sumatera Bagian Selatan.
Pada aspek cost saving, berbagai langkah efisiensi ditempuh melalui optimasi konsumsi fuel dengan tetap menjaga kinerja furnace dan boiler di unit-unit CDU. Kilang Pertamina Plaju juga meminimalkan unvaluable product melalui pemanfaatan decant oil dan slop oil.
Sementara itu, dari sisi reliability (keandalan) dan cost avoidance, Kilang Pertamina Plaju berfokus pada pencegahan kerugian akibat unplanned shutdown melalui penerapan teknologi Online Partial Discharge Monitoring pada Gas Turbine Generator Unit Utilities. Selain itu, penggunaan material dalam negeri dengan spesifikasi sesuai standar untuk non-critical equipment terus ditingkatkan untuk mendukung Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dan mampu menurunkan biaya pemeliharaan kilang secara signifikan.
“Ke depan, Kilang Pertamina Plaju akan terus memperkuat daya saing melalui optimalisasi proses, efisiensi biaya, dan pemanfaatan teknologi, sehingga mampu memberikan nilai tambah yang berkelanjutan bagi perusahaan, negara, dan masyarakat, serta mendukung visi Asta Cita pemerintah,” tutup Khanafie.(soim)








