Palembang,Focuskini
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan pemerintah pusat mulai menunjukkan dampak positif bagi ribuan siswa sekolah dasar di Kota Palembang. Namun, pelaksanaannya masih menyisakan pekerjaan rumah. Hingga awal Januari 2026, sebanyak 114 sekolah dasar tercatat belum tersentuh distribusi program tersebut.
Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palembang menilai percepatan distribusi menjadi kebutuhan mendesak agar manfaat program strategis nasional ini dapat dirasakan secara merata.
Kepala Disdik Palembang, Muhammad Affan Prapanca, menegaskan bahwa pihaknya terus melakukan pengawalan ketat, baik dari sisi cakupan maupun kualitas makanan yang disajikan kepada peserta didik.
Program ini tidak hanya berbicara soal makan siang gratis, tetapi menyangkut masa depan kesehatan dan tumbuh kembang anak-anak.
“Berdasarkan data Disdik Palembang, saat ini baru 289 sekolah dasar, baik negeri maupun swasta, yang telah menerima manfaat program MBG. Jumlah tersebut memang telah mencakup seluruh kecamatan di Palembang, namun belum sepenuhnya menjangkau semua sekolah yang terdaftar sebagai penerima,”ujarnya
Di tambahkannya,dari total sekolah yang telah terlayani, sebanyak 230 merupakan sekolah dasar negeri, sedangkan sekolah swasta baru mencapai 59 unit. Ketimpangan ini menjadi perhatian tersendiri bagi Disdik, mengingat prinsip utama program MBG adalah pemerataan tanpa membedakan status sekolah.
Kami mendorong agar distribusi berikutnya dapat lebih proporsional, sehingga sekolah swasta juga mendapatkan kesempatan yang sama.
“Sebanyak 114 sekolah dasar lainnya masih berada dalam daftar tunggu. Rinciannya, terdapat 20 SD negeri dan 94 SD swasta yang hingga kini belum menerima distribusi makan bergizi,”katanya
Sambung Affan,sekolah-sekolah tersebut masih menanti penjadwalan lanjutan dari KPPG Kota Palembang selaku pihak pelaksana distribusi.Keterlambatan distribusi ini perlu segera diatasi karena manfaat program MBG sangat dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya orang tua siswa.
“Banyak orang tua terbantu secara ekonomi. Dengan adanya makan bergizi di sekolah, beban pengeluaran rumah tangga dapat ditekan,” ujarnya.
Lebih jauh dia mengatakan,selain soal pemerataan, Disdik Palembang juga menaruh perhatian besar terhadap mutu makanan yang diberikan kepada siswa. Affan mengingatkan seluruh penyedia Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau katering agar tidak mengabaikan standar gizi dan kebersihan demi mengejar kuantitas distribusi.
Kualitas tidak boleh ditawar. Menu harus memenuhi kebutuhan gizi anak, dan proses pengolahan makanan wajib memenuhi standar kebersihan. Ini menyangkut kesehatan generasi masa depan.
“Ke depan, Disdik Palembang akan memperkuat koordinasi dengan berbagai instansi terkait guna memastikan target cakupan penuh bagi seluruh SD dan SMP di Kota Palembang dapat tercapai,”katanya
Pemerintah daerah berharap program MBG tidak hanya menjadi kebijakan jangka pendek, tetapi solusi berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas hidup, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat secara luas.
Dengan pengawasan ketat dan sinergi lintas sektor, program MBG diharapkan benar-benar menjadi fondasi kuat bagi pembangunan sumber daya manusia sejak usia dini,”pungkasnya (hsn)








