Palembang,Focuskini
Warga Jalan Gub HA Bastari tepatnya di Lorong Budi Mulia II RT 026/06 Kecamatan Jakabaring Palembang, dibuat heboh oleh kejadian sering hilangnya uang secara misterius yang telah berlangsung selama beberapa tahun terakhir.
Sebagai bentuk keresahan tersebut, warga pun kompak memasang baliho sindiran kepada orang pemilik maupun pemelihara diduga makhluk gaib jenis tuyul itu.
Baliho tersebut berukuran 2 x 1 meter yang berisi imbauan yakni “Himbauan!!! Barang siapa yang merasa memelihara makhluk ini, jangan dilepas di Kampung ini” lengkap dengan gambar makhluk halus yang dikenal masyarakat sebagai tuyul.
Ketika ditemui,salah satu warga yakni Mamad (42), mengaku kejadian kehilangan uang di kampungnya tersebut tidak hanya dialami satu atau dua orang, melainkan hampir seluruh warga di kawasan tersebut.
Kehilangan uang secara misterius itu juga, lanjut Mamad, telah lama dirasakan oleh warga disini. “Sudah lama, sudah hampir tiga tahun lebih warga disini sering kehilangan uang tanpa jejak, kerap terjadi di dalam rumah. Uang yang sebelumnya dihitung pada malam hari sebelum tidur masih utuh, berkurang pada pagi harinya,” ungkap Mamad,Saptu (28/3/2026).
Sambung Mamad, nominal uang warga yang hilang bervariasi, mulai dari Rp 50 ribu hingga jutaan rupiah. “Kalau yang kecil sudah tidak terhitung lagi. Tapi yang besar pernah sampai Rp 1 juta hingga Rp 2 juta. Saya juga pernah merasakannya, dan warga disini hampir semuanya pernah merasakan,” bebernya.
Mamad juga mengatakan, seperti pengalaman tetangganya yakni Kartini, yang dimana dirinya menabung uang di kotak kayu untuk keperluan pembangunan rumahnya. Namun saat dibuka, uang yang diperkirakan mencapai lebih dari Rp 2 juta, hanya tersisa sekitar Rp 150 ribu.
“Makanya kami pasang baliho ini, supaya yang merasa memelihara Tuyul, sadar dan tidak melepasnya di kampung kami atau berhenti memelihara makhluk gaib. Kalau hilang di jalan mungkin wajar, tapi ini di dalam rumah tanpa jejak atau kerusakan, itu yang bikin kami bingung. Kami cuma ingin hidup tenang, cari uang itu susah, jadi tolong jangan ada lagi kejadian seperti ini,” tutupnya.(kiki)








