Muratara,Focuskini
Banjir besar kembali melanda Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir.
Sedikitnya 80 ribu rumah warga terdampak genangan, sementara enam jembatan gantung dilaporkan rusak diterjang arus deras.
Wilayah yang terdampak meliputi Kecamatan Rawas Ulu, Ulu Rawas, Rupit, Karang Jaya, Karang Dapo, dan Rawas Ilir.
Bupati Muratara Devi Suhartoni mengatakan, banjir kali ini menyebabkan kerusakan cukup parah di sejumlah titik. Selain memutus akses warga, arus sungai juga menyeret beberapa bangunan rumah.
“Enam jembatan gantung rusak dan ada rumah warga yang hanyut akibat derasnya arus,” kata Devi, Jumat (8/5/2026).
Pemerintah Kabupaten Muratara telah menetapkan status tanggap darurat bencana selama 14 hari untuk mempercepat penanganan korban dan distribusi bantuan.
Devi menyebut dapur umum telah didirikan di desa-desa terdampak banjir. Penanganan dilakukan bersama aparat kecamatan, desa, hingga relawan di lapangan.
“Seluruh penanganan kami koordinasikan bersama pemerintah desa dan kecamatan agar bantuan cepat tersalurkan,” sebut Devi.
Sejak Kamis (7/5/2026), Pemkab Muratara juga membentuk tim contingency dan emergency guna membantu proses evakuasi masyarakat.
Sementara itu, Kepala BPBD Muratara Hasbi mengungkapkan terdapat 13 desa di Kecamatan Karang Jaya dan Rupit yang mengalami dampak cukup berat akibat luapan sungai.
Di Kecamatan Karang Jaya, wilayah terdampak meliputi Desa Tanjung Agung, Terusan, Suka Menang, Embacang Ilir, Embacang Lama, dan Embacang Baru. Sedangkan di Kecamatan Rupit meliputi Desa Tanjung Beringin, Noman Baru, Noman Lama, Batu Gajah Baru, Batu Gajah Lama, Maur Baru, dan Maur Lama.
Menurut Hasbi, debit air hingga kini masih terus meningkat. Bahkan di sejumlah lokasi, ketinggian banjir mencapai dada orang dewasa atau sekitar dua meter.
“Beberapa titik banjir cukup tinggi dan masih berpotensi bertambah jika hujan terus turun,” ungkap Hasbi.
BPBD juga mencatat empat rumah hanyut akibat derasnya arus Sungai Rupit, masing-masing satu rumah di Desa Suka Menang dan tiga rumah di Desa Terusan, Kecamatan Karang Jaya.
Selain itu, satu jembatan di Desa Tanjung Beringin, Kecamatan Rupit, turut putus diterjang banjir.
“Saat ini Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Muratara masih disiagakan di sejumlah lokasi rawan untuk membantu evakuasi warga jika kondisi semakin memburuk,” pungkas Hasbi. (uci)








