Belajar Empati, Menebar Kemanusiaan: Kisah Penggalangan Dana Siswa SMP di Palembang

Palembang,Focuskini

Ditunjukkan para siswa SMP Negeri 19 Palembang melalui kegiatan penggalangan dana bagi korban bencana alam di Aceh,Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.Kegiatan ini sepenuhnya dilakukan secara sukarela oleh para siswa.

Shelly dwie rafifah siswi kelas IX.7 yang sekaligus menjadi ketua kegiatan penggalangan dana,mengatakan bahwa kegiatan tersebut lahir dari kepedulian mereka terhadap saudara sebangsa yang tengah menghadapi musibah.

“Penggalangan dana dilakukan secara sukarela,tidak ada paksaan dan tidak ditentukan jumlahnya. Ini adalah bentuk kepedulian kami kepada saudara-saudara kita yang tertimpa bencana,”ujar Shelly.

Ia menjelaskan,seluruh dana yang terkumpul nantinya akan diserahkan kepada pihak sekolah sebelum diteruskan kepada Dinas Pendidikan Kota Palembang.Selanjutnya, bantuan tersebut akan disalurkan kepada para korban bencana di wilayah terdampak.

Lebih lanjut,Shelly menyebut bahwa kegiatan ini bukan hanya bentuk simpati,tetapi juga menjadi bagian dari pembelajaran karakter bagi para siswa.

“Ini cara kecil kami untuk membantu meringankan beban para korban banjir dan bencana alam.Kegiatan sosial seperti ini mengajarkan kami tentang empati dan nilai-nilai kemanusiaan,” katanya.

Shelly juga menyampaikan harapannya agar bantuan tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi para korban.Semoga apa yang kami kumpulkan dapat membawa keberkahan dan benar-benar bermanfaat bagi mereka yang membutuhkan,”ucapnya.

Sementara itu,salah satu siswa kelas IX.7 SMP Negeri 3 Palembang,M.Azza Rizky, mengaku merasa bangga dapat terlibat dalam kegiatan kemanusiaan tersebut.Bagi Azza,aksi sederhana yang mereka lakukan bersama teman-teman sekelas justru menjadi pengalaman berharga yang membentuk kepedulian sosial sejak usia muda.

“Kami masih pelajar,mungkin bantuan yang kami kumpulkan tidak besar.Tetapi saya merasa senang bisa ikut berkontribusi. Setidaknya, kami tidak tinggal diam ketika saudara-saudara kita sedang kesusahan,” ujarnya.

Azza menuturkan,melalui kegiatan seperti ini para siswa belajar bahwa kepedulian tidak selalu harus diwujudkan dalam bentuk materi yang besar.Menurutnya,semangat saling membantu dan berbagi adalah nilai yang penting untuk terus dipupuk sejak dini.

“Kami belajar bahwa solidaritas itu tidak menunggu kita dewasa atau punya banyak uang.Mulai dari hal kecil pun sudah bisa memberi dampak.Yang penting ada niat dan kemauan untuk membantu,” katanya.

Ia berharap,aksi kemanusiaan yang dilakukan sekolahnya dapat menjadi inspirasi bagi siswa di sekolah lain untuk ikut melakukan kegiatan serupa.

“Semoga semakin banyak pelajar yang ikut bergerak. Kalau semua bergandeng tangan, bantuan yang terkumpul pasti akan lebih banyak dan bisa lebih cepat sampai kepada para korban,” tambahnya.(hsn)