Palembang,Focuskini
Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan memperkuat koordinasi lintas sektor melalui konsolidasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) guna memastikan kesiapan operasional 708 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh wilayah Sumsel, Sabtu (28/2/2026).
Kegiatan ini bertujuan untuk menyamakan persepsi antara mitra penyedia, pengelola fasilitas, hingga satuan tugas (satgas) di tingkat kabupaten/kota agar implementasi program berjalan efektif dan sesuai standar operasional prosedur (SOP).
Fokus utama konsolidasi ini adalah penguatan komitmen seluruh unsur pelaksana dalam menjaga kualitas gizi serta transparansi distribusi makanan kepada siswa.
“Tujuan utama konsolidasi ini adalah menyamakan pemahaman dan memperkuat komitmen seluruh pihak terkait mengenai tujuan serta pelaksanaan program MBG agar berjalan konstruktif dan tepat sasaran,” ujar Wakil Kepala BGN, Sony Sanjaya.
Terkait aspek pengawasan, BGN mewajibkan setiap SPPG untuk memiliki akun media sosial sebagai sarana pelaporan menu dan rincian harga secara terbuka kepada publik.
Langkah ini diambil untuk mencegah praktik penyimpangan harga (mark-up) serta memastikan akuntabilitas program di mata masyarakat.
“Konsolidasi dan penguatan koordinasi menjadi kunci keberhasilan program ini. Kami terus melakukan evaluasi agar Program Makan Bergizi Gratis berjalan sesuai standar, transparan, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat Sumatera Selatan,” imbuhnya.
Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru menyambut positif realisasi program ini sebagai langkah nyata pemerintah pusat dalam meningkatkan kualitas SDM.
Ia melaporkan bahwa saat ini sebanyak 673 unit SPPG telah beroperasi secara aktif, dan pemerintah daerah berkomitmen untuk menuntaskan sisa target hingga mencapai 100 persen dalam waktu dekat.
Deru menekankan bahwa Program MBG harus menjadi motor penggerak ekonomi lokal dengan mengandalkan rantai pasok dari dalam provinsi sendiri.
Menurutnya, pemenuhan bahan baku dari petani dan produsen lokal akan memastikan perputaran uang tetap berada di wilayah Sumatera Selatan sekaligus bersinergi dengan Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP).
“Kita ingin rantai pasok tetap berputar di wilayah Sumsel agar ekonomi lokal menguat. Program ini tidak hanya soal gizi, tetapi juga pendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui pemberdayaan potensi lokal,” ucap dia. (Tia)








