Palembang,Focuskini
Perum Bulog Kanwil Sumsel dan Babel berhasil menyerap gabah setara beras mencapai 116.046.894 kg atau sekitar 116 ribu ton hingga, Minggu (7/6/2026).
Hal itu guna mempercepat distribusi beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) demi menjaga keterjangkauan dan stabilitas harga di tingkat konsumen.
Langkah intervensi pasar yang dioptimalkan secara masif ke pasar rakyat, kios pangan, Gerakan Pangan Murah (GPM), hingga jaringan pengecer komersial di wilayah Sumatra Selatan dan Bangka Belitung ini berhasil mencatatkan realisasi penyaluran yang signifikan.
“Untuk penyaluran SPHP hingga saat ini totalnya mencapai 11.429.140 atau 11,4 ribu ton di wilayah Sumsel Babel,” ujar Pimpinan Perum Bulog Kanwil Sumsel dan Babel, Ihsan, Senin (8/6/2026).
Ihsan menyebut penunjang stabilitas pasokan energi pangan di dua provinsi tersebut meliputi penyaluran komoditas Beras sebanyak 12.080.300 kg dan Minyak goreng sejumlah 2.416.060 L.
“Jadi jika dipersentasekan yakni sebesar 54.74 persen,” imbuhnya.
Sementara itu, Direktur Utama Perum BULOG Letnan Jenderal TNI (Purn) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan jika pemerintah telah menyiapkan berbagai instrumen untuk mengantisipasi dinamika harga beras di sejumlah daerah.
“Hingga awal Juni 2026, stok beras yang dikelola Bulog mencapai sekitar 5,3 juta ton. Jumlah ini sangat memadai untuk memenuhi kebutuhan program bantuan pangan, SPHP, serta berbagai intervensi pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga beras di seluruh Indonesia,” katanya.
Berdasarkan data instansi, realisasi bantuan pangan di tingkat nasional sendiri tercatat telah disalurkan hampir 60 persen, atau diterima oleh hampir 20 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari target total 33,2 juta KPM yang dibidik rampung akhir Juni.
Tercatat sampai dengan tanggal 6 Juni 2026 penyaluran bantuan pangan beras telah terealisasi hampir 60 persen atau telah diterima oleh hampir 20 juta KPM dari total target 33,2 juta KPM.
“Pemerintah menargetkan seluruh bantuan pangan dapat tersalurkan hingga akhir Juni 2026,” ungkapnya.
Percepatan penyaluran bantuan pangan tersebut diyakini akan memberikan dampak langsung terhadap penguatan daya beli masyarakat sekaligus membantu meredam tekanan harga beras di tingkat konsumen.
Oleh sebab itu, Bulog mengimbau masyarakat untuk tidak perlu khawatir karena seluruh cadangan pangan pemerintah daerah berada dalam kondisi aman dan mencukupi.
Sinergi bersama Badan Pangan Nasional dan seluruh pemangku kepentingan daerah akan terus berjalan secara transparan demi memberikan jaminan kepastian stok bahan pokok di masyarakat.
“Kami mengajak masyarakat untuk tetap tenang, karena stok beras nasional dalam kondisi sangat mencukupi. Bulog bersama Badan Pangan Nasional dan seluruh pemangku kepentingan, akan terus bekerja memastikan harga beras tetap stabil dan kebutuhan pangan masyarakat terpenuhi,” tutupnya. (Tia)












