Palembang,Focuskini
Perum Bulog resmi memulai langkah modernisasi infrastruktur pangan di Sumatera Selatan melalui penandatanganan hibah lahan dari Pemerintah Kabupaten Banyuasin, Muara Enim, dan Empat Lawang di Palembang pada Kamis (9/4/2026).
Kolaborasi ini bertujuan untuk mengintegrasikan gudang penyimpanan dengan fasilitas penggilingan padi guna memastikan ketersediaan pasokan dan stabilitas harga gabah di tingkat petani.
Langkah ini direalisasikan melalui penyerahan aset tanah seluas 8,7 hektare di Banyuasin, 3 hektare di Muara Enim, serta 1,5 hektare di Empat Lawang.
Kehadiran sarana pascapanen yang lebih mumpuni ini ditargetkan mampu memangkas biaya logistik yang selama ini terbebani sewa gudang, sekaligus mengunci harga beli gabah petani agar tidak jatuh di bawah Rp6.500 per kilogram.
“Semua ini dilakukan dalam rangka menjaga kesejahteraan masyarakat, baik produsen maupun konsumen pangan,” tutur Direktur SDM dan Transformasi Bulog, Sudarsono Hardjosoekarto.
Menurut Sudarsono, pembangunan gudang penyimpanan diproyeksikan rampung dan siap digunakan pada pengujung tahun 2026 atau paling lambat Januari 2027.
Khusus untuk penyediaan mesin pengering mekanis (dryer) dan alat penggilingan padi di wilayah Banyuasin, pengerjaan teknis akan dilakukan secara komprehensif untuk menjamin kualitas beras yang dihasilkan sesuai dengan standar mutu nasional.
“Gudang dapat mulai beroperasi pada Desember 2026 atau Januari 2027. Namun, untuk fasilitas dryer dan penggilingan padi diperkirakan membutuhkan waktu pembangunan lebih panjang,” jelas Sudarsono terkait tahapan konstruksi fisik di lapangan.
Pihak Bulog juga memberikan lampu hijau bagi kabupaten atau kota lain di Sumatera Selatan yang ingin menghibahkan lahan serupa guna memperluas jaringan logistik pangan daerah.
Sinergi ini merupakan implementasi dari Peraturan Presiden Nomor 14 Tahun 2026 yang menginstruksikan percepatan pembangunan infrastruktur penunjang swasembada pangan di seluruh Indonesia.
“Sesuai dengan Perpres 14 Tahun 2026 itu sangat memungkinkan untuk hibah. Dan nanti jika sudah ada hibah, akan lanjutkan untuk pembangunan infrastruktur pascapanen,” tutupnya. (Tia)














