Catat Jadwalnya! Tol Palembang-Betung Berlakukan Sistem Buka Tutup Mulai Akhir Januari

Banyuasin,Focuskini

Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Banyuasin akan memberlakukan sistem buka tutup arus lalu lintas di Jalan Lintas Timur (Jalintim) Palembang–Betung menyusul adanya pemasangan balok jembatan proyek jalan tol.

Pekerjaan konstruksi ini difokuskan pada ruas Seksi 3 Pangkalan Balai–Betung, tepatnya mulai dari Sta 97+000 hingga Sta 111+690, yang merupakan bagian krusial dari struktur utama jalan bebas hambatan tersebut.

Plt Kepala Dishub Banyuasin, Zakirin mengatakan bahwa pengaturan lalu lintas ini akan diterapkan di sekitar Km 69–71 kawasan Tebing Dayat arah Jambi.

“Pemasangan balok jembatan ini merupakan bagian penting dalam penyelesaian struktur utama jalan tol Palembang–Betung,” kata Zakirin, Selasa (13/1/2026).

Pemberlakuan sistem buka tutup jalan ini dijadwalkan berlangsung dalam dua tahap, yakni periode pertama pada 30 Januari hingga 2 Februari 2026.

Tahap kedua pengerjaan akan dilanjutkan kembali pada pertengahan bulan, tepatnya mulai tanggal 11 hingga 14 Februari 2026.

Guna meminimalkan gangguan terhadap aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat, pengaturan arus kendaraan hanya akan dilakukan pada malam hari.

“Sistem buka tutup tersebut mulai berlaku pada pukul 22.00 WIB dan berakhir pada pukul 05.00 WIB dini hari di setiap jadwal yang telah ditetapkan guna meminimalkan dampak terhadap aktivitas masyarakat,” jelasnya.

Pihaknya juga telah menyiapkan personel di lapangan untuk mengawal kelancaran lalu lintas agar tidak terjadi penumpukan kendaraan yang berkepanjangan.

“Masyarakat yang berencana melintasi jalur tersebut diimbau untuk mengatur waktu perjalanan serta tetap mematuhi rambu-rambu serta arahan petugas di area konstruksi,” imbuhnya.

Proyek Tol Palembang–Betung ini ditargetkan rampung tepat waktu demi mempercepat distribusi logistik dan meningkatkan konektivitas antar wilayah di Sumsel.

Dirinya menyampaikan permohonan maaf atas potensi hambatan perjalanan yang akan dialami oleh para pengguna jalan selama proses pembangunan berlangsung.

“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin dirasakan masyarakat selama pekerjaan berlangsung,” pungkasnya. (Tia)