Cuaca Ekstrim, Jumlah Pendakian ke Puncak Gunung Api Dempo Dibatasi Momen Nataru

Pagaralam,Focuskini

Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) X Dempo bersama dengan Balai Registrasi Gunung Api Dempo (Brigade) melakukan pembatasan jumlah pendakian ke puncak Gunung Api Dempo pada momen Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025-2026.

Hal ini mengingat saat ini kondisi cuaca di puncak Gunung Dempo cukup ekstrem, ditambah kondisi jalur yang licin karena curah hujan yang cukup tinggi melanda Kota Pagar Alam dan sekitarnya sejak beberapa bulan terakhir.

Ketua BRIGADE Angga mengatakan, jika pihaknya memberlakukan pembatasan jumlah pendaki yang akan merayakan pergantian tahun di puncak Gunung Dempo.

“Kita sudah menerapkan pembatasan jumlah pendaki yang akan mendaki puncak Gunung Drmpo saat ini sampai malam pergantian tahun. Kita hanya mengizinkan 200 pendaki yang berada dikawasan puncak Gunung Dempo,” ujarnya.

Ia mengatakan, sistem yang diberlakukan yaitu jika masih ada 200 pendaki yang berada dipuncak Gunung Dempo maka pendaki lainnya belum diizinkan mendaki sebelum ada pendaki lain yang turun.

“Untuk itu petugas kita akan selalu stanby di Posko BRIGADE untuk mengawasi dan menghitung jumlah pendaki yang naik dan turun. Hal ini kita lakukan agar tidak ada lonjakan pendaki mengingat saat ini jalur pendakian yang licin dan kondisi cuaca yang ekstrem di puncak,” jelasnya.

“Kita juga akan menutup pendakian usai malam pergantian tahun untuk melakukan peremajaan jalur dan giat pembersihan dijalur dan dipelataran puncak Gunung Dempo,” imbuhnya.

Sementara itu Kepala KPH X Dempomelalui petugas registrasi pendakian Heriansyah mengatakan, jika sejak awal bulan Desember 2025 tercatat sudah sekitar 380 pendaki yang teregistrasi naik ke puncak Gunung Dempo.

“Dari data kita sudah ada sekitar 380 pendaki yang naik puncak sejak awal Desember 2025. Diprediksi akan ada lonjakan pendaki jelang akhir tahun ini. Namun kami sudah berkoordinasi dengan pihak BRIGADE untuk melakukan pembatasa agar jumlah pendaki di jalur dan di puncak Gunung Dempo tidak menumpuk. Ini kita lakukan untuk keselamatan pendaki,” ungkapnya.(delta)