Palembang,Focuskini
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan mendorong badan usaha milik daerah (BUMD) untuk saling belajar dan memperkuat kolaborasi, terutama dalam menghadapi persoalan bisnis dan pengelolaan perusahaan.
Pengalaman Bank Sumsel Babel (BSB) yang dinilai berhasil melewati berbagai tantangan hingga mampu berkembang, menjadi salah satu contoh yang dapat dipelajari BUMD lain di Sumsel.
Hal tersebut disampaikan Asisten II Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Setda Sumsel, Basaruddin Ahmad, dalam kegiatan Coffee Morning Sinergi BUMD. Forum tersebut mempertemukan sejumlah BUMD untuk berbagi pengalaman, membahas persoalan perusahaan, serta mencari peluang kerja sama.
Basaruddin mengatakan kondisi BUMD di Sumsel tidak seragam. Ada perusahaan yang masih berupaya keluar dari persoalan bisnis, sementara BUMD lainnya sudah berada dalam kondisi sehat namun masih menghadapi tantangan dalam pengelolaan penyertaan modal maupun pengembangan usaha.
“Ini yang kami coba, bagaimana BUMD bisa menjadi leader untuk saling bertukar cerita. Penyakitnya apa, obatnya apa, sehingga bisa menjadi pembelajaran bagi BUMD lainnya,” kata Basaruddin.
Menurutnya, Sumsel memiliki sekitar 15 BUMD beserta anak perusahaan yang memiliki potensi besar apabila dikelola secara profesional dan tidak berjalan sendiri-sendiri.
Salah satu yang dinilai memiliki pengalaman panjang adalah BSB yang telah berusia 63 tahun. Pengalaman tersebut diharapkan dapat dibagikan kepada BUMD lain untuk menemukan pola pengelolaan dan kerja sama yang sesuai.
“BSB sudah 63 tahun. Kita punya kemampuan untuk bersinergi dengan BUMD lain. Ke depan, kita mulai melihat titik-titik mana yang bisa disinergikan dan memberikan kontribusi bagi daerah,” ujarnya.
Basaruddin menyebut peluang sinergi juga dapat diarahkan pada pengembangan kawasan baru di Sumsel. Sejumlah sektor, seperti rumah sakit, pendidikan, hingga kawasan ekonomi, dinilai dapat dikembangkan melalui keterlibatan bersama antar-BUMD.
Kerja sama itu dapat melibatkan BSB, Jamkrida Sumsel, PT Swarna Dwipa, hingga BPR. Kolaborasi tersebut diharapkan tidak hanya membuka peluang pembiayaan, tetapi juga membentuk ekosistem usaha yang saling mendukung.
Sementara itu, Direktur Utama Bank Sumsel Babel Muhammad Suryadi mengatakan BUMD harus mulai meninggalkan pola hanya sebagai pelaku usaha biasa dan mengambil peran lebih besar dalam menggerakkan ekonomi daerah.
“BUMD tidak hanya menjadi penonton, tetapi harus menjadi penggerak ekonomi di segala sektor. Di antaranya sektor logistik, BUMD harus bisa memotong birokrasi agar BUMD bisa maju,” kata Suryadi.
Ia menilai peningkatan kapasitas dan keahlian menjadi bagian penting agar BUMD mampu bersaing. Perusahaan daerah juga perlu membuka diri untuk belajar dari berbagai pihak serta membangun kolaborasi yang dapat memperkuat bisnis.
Basaruddin menegaskan, arah pembenahan BUMD di Sumsel tidak berhenti pada upaya mempertahankan perusahaan tetap berjalan. Pemerintah ingin mendorong lahirnya BUMD yang sehat, kuat, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi daerah.
“Kalau perlu, kita punya BUMD yang hebat dan memberikan kontribusi yang baik untuk kemajuan daerah,” tegasnya. (uci)













