Palembang,Focuskini
Rangkaian kegiatan Apresiasi Jurnalistik Pertamina (AJP) 2026 teritori Sumatera Selatan menghadirkan pengalaman berbeda bagi jurnalis melalui kegiatan media visit ke sejumlah unit dan program Pertamina di Palembang. Sebanyak sekitar 40 jurnalis dari berbagai media di Sumatera Selatan berkesempatan melihat langsung aktivitas dan kontribusi Pertamina melalui kunjungan ke tiga lokasi, yakni Stasiun Gas PGN Demang Lebar Daun, Aviation Fuel Terminal (AFT) Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, serta Eceng Gondok Research & Creative Center (ERCC) di Plaju.
Kegiatan yang menjadi bagian dari AJP 2026 ini tidak hanya menjadi ruang bagi jurnalis untuk memperoleh informasi secara langsung, tetapi juga memperlihatkan bagaimana berbagai entitas dan lini bisnis Pertamina hadir melalui peran yang berbeda dalam mendukung kebutuhan energi sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.
Pada kunjungan pertama, para jurnalis melihat aktivitas Stasiun Gas Pertamina Gas Negara (PGN) Demang Lebar Daun, kemudian melanjutkan perjalanan ke Aviation Fuel Terminal (AFT) Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang yang merupakan bagian dari operasional Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel. Rangkaian kunjungan tersebut kemudian ditutup di ERCC, program pemberdayaan masyarakat yang dikembangkan Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Plaju melalui kelompok Anak-Anak Kreatif Untuk Bangsa (Ankubas) di Kelurahan Talang Putri, Kecamatan Plaju.
Area Manager Communication, Relations & CSR PT PPN RU Plaju, Siti Fauzia, mengatakan bahwa kunjungan tersebut menjadi kesempatan untuk memperlihatkan kepada media bagaimana kolaborasi dan kontribusi Pertamina hadir dalam berbagai bentuk, termasuk melalui program pemberdayaan masyarakat.
“Kami senang dapat menjadi bagian dari rangkaian Media Visit AJP 2026 ini. Setelah melihat aktivitas Pertamina dari sisi operasional di PGN dan AFT, kami ingin teman-teman media juga melihat sisi lain Pertamina melalui program pemberdayaan masyarakat yang ada di sekitar wilayah operasi kami. Di ERCC, teman-teman bisa melihat bagaimana sebuah persoalan lingkungan dikembangkan menjadi peluang melalui inovasi dan keterlibatan masyarakat,” ujar Siti.
Melalui ERCC, Pertamina Patra Niaga RU Plaju bersama Ankubas mengembangkan pemanfaatan eceng gondok yang selama ini menjadi salah satu persoalan di perairan Sumatera Selatan. Sejak berjalan pada 2023, program ini mengolah biomassa batang eceng gondok menjadi produk pengharum ruangan berbentuk air freshener block dengan merek Ankubas Scents.
Tidak berhenti pada pengolahan limbah, program tersebut juga diarahkan untuk membangun kemandirian masyarakat melalui peningkatan kapasitas, dukungan fasilitas produksi, pengembangan kualitas produk, hingga pendampingan usaha. Ankubas Scents kini telah dikembangkan dalam sejumlah varian aroma dan dipasarkan secara langsung maupun melalui kanal digital.
Selain menghasilkan nilai ekonomi bagi masyarakat, keberlanjutan program ERCC juga diwujudkan melalui upaya menjaga ekosistem perairan. Sebagian hasil penjualan Ankubas Scents turut dikonversikan menjadi dukungan untuk restocking ikan di lingkungan perairan sekitar. Melalui pendekatan tersebut, setiap produk yang terjual turut memberikan manfaat kembali bagi lingkungan, sehingga dampak program tidak berhenti pada aktivitas produksi dan pemberdayaan masyarakat, tetapi juga berkontribusi pada keberlanjutan ekosistem perairan.
Hingga 2025, penjualan Ankubas Scents telah mencapai omzet Rp110 juta dengan jangkauan pasar di Kota Palembang, Kabupaten Banyuasin, dan Kabupaten Lahat.
Dalam kesempatan tersebut, turut hadir sejumlah pemangku kepentingan yang selama ini mendukung ekosistem pemberdayaan di sekitar program ERCC, di antaranya Pusat Riset Sistem Biota BRIN Dr. Ir. Siti Nurul Aida, M.P. APU. dan Tuah Nanda Merlia Wulandari, S.Si., M.Pi.; Lurah Talang Putri Khaidir Rozi, S.K.M., M.Si.; serta Camat Plaju Bambang Adrianto, S.STP. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut turut menunjukkan pentingnya kolaborasi dalam menjaga keberlanjutan program di tingkat masyarakat.
Siti menambahkan, keterlibatan media dalam kegiatan ini memiliki arti penting karena cerita mengenai energi dan keberlanjutan tidak hanya hadir dari sisi operasional, tetapi juga dari masyarakat yang menjadi bagian dari perjalanan program.
“Kami berharap kunjungan ini tidak sekadar menjadi kesempatan untuk melihat langsung aktivitas Pertamina, tetapi juga menjadi ruang untuk mengenal lebih dekat cerita masyarakat yang tumbuh bersama program ini. Karena pada akhirnya, keberlanjutan bukan hanya tentang apa yang kita bangun, tetapi bagaimana manfaatnya bisa terus dirasakan dan dilanjutkan oleh masyarakat,” tutup Siti.
Rangkaian Media Visit AJP 2026 di Palembang pun menjadi gambaran bahwa di balik aktivitas Pertamina dalam menyediakan energi, terdapat kolaborasi yang lebih luas dengan berbagai pihak, mulai dari rekan jurnalis, mitra, hingga masyarakat untuk menghadirkan manfaat yang dapat terus tumbuh di Sumatera Selatan.(soim)







