Palembang,Focuskini
Kilang Plaju terus memperkuat perannya sebagai salah satu penopang utama ketahanan energi nasional dengan memastikan kontinuitas pasokan energi, khususnya untuk wilayah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel). Komitmen ini diwujudkan melalui pengelolaan rantai pasok yang terintegrasi, mulai dari penerimaan minyak mentah hingga distribusi produk ke masyarakat.
Sebagai kilang tertua di Indonesia, Kilang Plaju memiliki kapasitas desain pengolahan mencapai 120 MBSD atau sekitar 12 persen dari total kapasitas kilang Pertamina. Kapasitas ini menjadi fondasi penting dalam menjaga keberlangsungan suplai energi seiring dengan kebutuhan yang terus berkembang.
Pasokan minyak mentah (crude oil) sebagai bahan baku utama diperoleh melalui dua jalur, yaitu pipa dan kapal. Crude dari wilayah Sumatera Bagian Selatan, antara lain Ramba (Jambi), South Palembang District (SPD), Talang Akar Pendopo, dan Kaji, umumnya disalurkan melalui jaringan pipa. Sementara itu, pasokan dari luar wilayah seperti Banyu Urip, Mudi, Arjuna, dan Ketapang didistribusikan melalui jalur laut menggunakan kapal.
Untuk menjaga keandalan pasokan, Kilang Plaju mengoptimalkan distribusi melalui skema ship-to-ship (STS) di perairan Muntok, Selat Bangka. Melalui metode ini, minyak mentah dari kapal induk (mothership) ditransfer ke kapal berukuran lebih kecil, kemudian diangkut melalui Sungai Musi menuju Dermaga RU III Plaju dan Sungai Gerong untuk selanjutnya diolah. Skema ini menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kelancaran aliran crude ke kilang, terutama di tengah tantangan kondisi geografis dan perairan.
Minyak mentah yang diterima selanjutnya diolah melalui lima unit Crude Distillation Unit (CDU). Proses pengolahan juga didukung oleh berbagai unit lainnya seperti HVU, FCCU, PP Plant, EWTP, Offsite, dan Utilities guna memastikan operasi berjalan optimal.
Selain keandalan infrastruktur, setiap tahapan penerimaan dan pengolahan crude juga dijalankan melalui pengendalian kualitas yang ketat. Minyak mentah yang diterima terlebih dahulu melalui serangkaian inspeksi laboratorium guna memastikan kesesuaian spesifikasi sebelum masuk ke unit pengolahan. Pengujian serupa juga dilakukan terhadap produk akhir, dengan penerbitan Certificate of Analysis (COA) maupun Certificate of Quality (COQ) sebagai jaminan bahwa energi yang didistribusikan telah memenuhi standar mutu yang ditetapkan.
Produk yang dihasilkan mencakup Gasoline Series (bensin), Gasoil Series (solar), Avtur, LPG, hingga produk petrokimia seperti Polytam yang turut mendukung kebutuhan industri nasional.
Selanjutnya, produk-produk tersebut didistribusikan melalui Subholding Commercial & Trading Pertamina ke berbagai terminal BBM di wilayah Sumbagsel, guna memastikan kebutuhan energi masyarakat dan sektor industri tetap terpenuhi secara berkelanjutan.
Di balik kelancaran rantai pasok tersebut, terdapat peran para pekerja yang menjadi garda terdepan dalam menjaga keandalan operasional, termasuk dalam proses distribusi crude di perairan. Berbagai tantangan seperti kondisi cuaca, gelombang laut, hingga kompleksitas logistik dihadapi dengan profesionalisme dan dedikasi tinggi.
Pjs. Area Manager Communication, Relations & CSR Kilang Plaju, Perliansyah, menyampaikan bahwa kelancaran pasokan energi merupakan hasil dari sinergi berbagai pihak serta penguatan aspek keamanan operasional, khususnya di wilayah perairan.
“Sebagai objek vital nasional, operasional Kilang Plaju memiliki peran strategis dalam menunjang kehidupan masyarakat dan perekonomian. Oleh karena itu, kami terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak guna memastikan keamanan dan kelancaran aktivitas rantai pasok, sehingga suplai energi ke masyarakat tetap terjaga,” ujarnya.
Ia menambahkan, upaya peningkatan keandalan operasional juga sejalan dengan komitmen perusahaan dalam menjaga ketahanan energi nasional sekaligus mendorong kinerja perusahaan melalui optimalisasi produksi.
Kilang Plaju meyakini bahwa keberlanjutan pasokan energi tidak hanya ditentukan oleh keandalan infrastruktur dan teknologi, tetapi juga oleh konsistensi operasional yang dijalankan sesuai dengan regulasi yang berlaku serta penerapan aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) secara disiplin. Dengan dukungan pekerja yang mengedepankan budaya keselamatan dalam setiap aktivitas, Kilang Plaju terus berkomitmen memastikan energi tetap tersedia untuk mendukung aktivitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan.(soim)














