Palembang,Focuskini
Sore itu, arus kendaraan di salah satu perempatan lampu merah Kota Palembang melambat seperti biasa. Deru mesin sepeda motor dan klakson bersahutan menunggu lampu hijau menyala. Namun di antara hiruk pikuk tersebut, ada pemandangan berbeda, sekelompok pelajar berdiri rapi di tepi jalan, menenteng kantong-kantong takjil untuk dibagikan kepada para pengendara yang masih berada di perjalanan menjelang azan Magrib.
Mereka adalah siswa SMP Negeri 45 Palembang yang sengaja turun ke jalan dalam rangka berbagi takjil pada bulan suci Ramadan. Dengan pengawasan ketat para guru, para siswa menyambangi pengendara motor, sopir angkutan kota, hingga pejalan kaki yang berhenti saat lampu merah menyala. Satu per satu paket takjil berpindah tangan, disertai senyum dan ucapan terima kasih.
Kegiatan ini bukan sekadar aksi seremonial tahunan. Pihak sekolah merancangnya sebagai bagian dari penguatan pendidikan karakter, menanamkan nilai empati, kepedulian, dan gotong royong kepada para siswa sejak dini. Di tengah kesibukan dan rutinitas belajar, para pelajar diajak merasakan langsung makna berbagi kepada sesama, terutama bagi mereka yang belum sempat sampai ke rumah saat waktu berbuka tiba.
Kepala SMP Negeri 45 Palembang, Sudarmi, menegaskan bahwa kegiatan tersebut memiliki pesan moral yang kuat. Menurut dia, pendidikan tidak hanya berbicara soal capaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan kepekaan sosial.
“Aksi ini hal yang positif. Anak-anak belajar bahwa berbagi itu tidak harus menunggu kaya atau dewasa. Dari hal sederhana seperti membagikan takjil, mereka memahami arti kebersamaan, keikhlasan, dan kepedulian terhadap sesama,” ujarnya
Ia menambahkan, seluruh rangkaian kegiatan dilakukan dengan memperhatikan aspek keselamatan. Para siswa diarahkan untuk tetap berada di titik aman, tidak mengganggu arus lalu lintas, serta selalu didampingi guru. Koordinasi juga dilakukan agar kegiatan berlangsung tertib dan tidak menimbulkan kemacetan.
“Respons masyarakat pun terbilang hangat. Banyak pengendara yang tampak terkejut sekaligus terharu menerima takjil gratis di tengah kemacetan sore hari. Senyum merekah di wajah mereka, seolah lelah perjalanan terbayar dengan perhatian sederhana dari para pelajar,” katanya.
Salah seorang warga, Budiman, yang menerima takjil mengaku sangat terbantu. Ia mengatakan, tidak jarang dirinya masih berada di jalan saat azan Magrib berkumandang.
“Tadi saya belum sempat beli makanan untuk berbuka. Alhamdulillah, dapat takjil dari anak-anak sekolah ini. Semoga mereka jadi generasi yang sukses dan peduli sesama,” tutupnya. (hasan)













