Palembang,Focuskini
Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Sumatera Selatan memetakan lima kabupaten/kota sebagai daerah sentra peternakan utama guna menyokong target swasembada daging nasional pada Selasa (18/8/2026).
Kelima wilayah strategis yang dinilai memiliki karakteristik mendukung pengembangan populasi ternak tersebut meliputi Ogan Komering Ilir (OKI), OKU Timur, Banyuasin, Lubuklinggau, dan Muara Enim.
Kepala DKPP Sumsel, Ruzuan Efendi, menjelaskan bahwa pemetaan wilayah sentra ini difokuskan pada program breeding atau pembiakan mandiri, bukan sekadar penggemukan sapi siap potong.
Langkah ini diambil untuk menekan ketergantungan pasokan sapi dari luar daerah seperti Lampung maupun impor, melalui percepatan inseminasi buatan, perkawinan alami, dan teknologi transfer embrio.
“Kalau dalam arti penggemukan kita ingin ternak kita berasal dari kita, bukan impor. Bisakah kita menghasilkan itu dengan populasi? Kita belum bisa saat ini, semuanya masih harus didatangkan,” kata Ruzuan Efendi, Selasa (18/8/2026).
Selain fokus pada lima sentra sapi, DKPP Sumsel juga mengoptimalkan potensi kerbau rawa di Kabupaten Banyuasin, khususnya di wilayah Pampangan dan Rambutan.
Pengembangan ekosistem kerbau rawa ini diarahkan untuk meningkatkan diversifikasi produk melalui peningkatkan produksi susu ternak secara bertahap.
Ruzuan menargetkan produksi susu kerbau rawa yang saat ini berkisar satu liter per ekor per hari dapat ditingkatkan mencapai 5 hingga 15 liter melalui perbaikan bibit dan pola pemeliharaan.
“Apa yang disampaikan Pak Prabowo itu untuk lima tahun ke depan, dengan penambahan populasi dalam arti breeding, bukan penggemukan. Indonesia bisa, Sumsel bisa,” pungkasnya. (Tia)














