Palembang,Focuskini
Suasana haru bercampur kebahagiaan menyelimuti halaman SMP Negeri 19 Palembang saat ratusan siswa kelas IX menuntaskan proses pembelajaran selama tiga tahun di bangku sekolah menengah pertama. Tidak terlihat aksi corat-coret seragam, konvoi kendaraan, ataupun perayaan berlebihan yang kerap mewarnai akhir tahun ajaran. Sebaliknya, para siswa memilih mengakhiri masa sekolah mereka dengan doa bersama, sujud syukur, serta pelukan hangat penuh haru bersama guru dan sahabat.
Sejak pagi, suasana di lingkungan sekolah terasa berbeda. Para siswa duduk rapi bersama wali kelas dan guru, memanjatkan doa sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan panjang yang telah mereka lalui. Beberapa siswa tampak menundukkan kepala sambil meneteskan air mata, mengenang perjuangan selama tiga tahun menjalani proses belajar, menghadapi ujian, tugas sekolah, hingga berbagai cerita yang menjadi bagian dari masa remaja mereka.
Momen emosional itu berubah menjadi lautan kegembiraan ketika sebuah mobil pemadam kebakaran (Damkar) memasuki halaman sekolah. Sorak-sorai siswa langsung pecah. Dalam hitungan detik, semburan air dari mobil Damkar mengguyur halaman sekolah dan disambut riuh tawa para siswa.
Dengan seragam yang basah kuyup, para siswa tampak berlari, tertawa, dan saling bercanda menikmati momen yang tidak akan mudah dilupakan. Siraman air Damkar seolah menjadi simbol pelepas penat setelah menuntaskan proses pembelajaran selama tiga tahun di SMPN 19 Palembang.
Pemandangan tersebut menghadirkan wajah berbeda perayaan akhir masa sekolah di Kota Palembang. Di tengah maraknya larangan konvoi dan aksi corat-coret yang dinilai membahayakan keselamatan, SMPN 19 Palembang justru menghadirkan suasana sederhana, hangat, namun sarat makna.
Kepala SMP Negeri 19 Palembang, Devi Emilya, S.Pd., M.Pd., mengatakan sejak awal pihak sekolah memang ingin mengarahkan siswa agar merayakan berakhirnya proses pembelajaran dengan cara yang positif, tertib, dan penuh rasa syukur.
“Alhamdulillah seluruh siswa dapat menuntaskan proses pembelajaran selama tiga tahun dengan tertib dan penuh rasa syukur. Kami ingin anak-anak memahami bahwa momen ini bukan ajang hura-hura, tetapi kesempatan untuk bersyukur kepada Tuhan dan menghargai perjuangan orang tua serta guru,” ujarnya.
Menurut Devi, kegiatan doa bersama sengaja menjadi bagian utama dalam kegiatan tersebut agar siswa tetap mengingat perjalanan panjang yang telah mereka lalui selama menempuh pendidikan.
“Kami ingin anak-anak tetap rendah hati. Berakhirnya proses pembelajaran selama tiga tahun ini bukan akhir dari perjalanan mereka, melainkan langkah awal menuju jenjang pendidikan yang lebih tinggi dan masa depan yang lebih baik,” katanya.
Ia menegaskan, pihak sekolah sebelumnya telah mengimbau seluruh siswa agar tidak melakukan aksi corat-coret seragam maupun konvoi kendaraan di jalan raya karena berpotensi membahayakan diri sendiri dan orang lain.
Sebagai gantinya, sekolah menghadirkan konsep kebersamaan yang lebih edukatif dan menyenangkan. Kehadiran mobil Damkar menjadi kejutan spesial yang paling dinanti para siswa.
“Siraman air ini bukan sekadar hiburan, tetapi bentuk kegembiraan yang aman, tertib, dan dapat dinikmati bersama di lingkungan sekolah.
Suasana haru semakin terasa ketika sejumlah siswa terlihat memeluk wali kelas dan guru mereka satu per satu. Tangisan pecah di berbagai sudut halaman sekolah. Ada rasa bahagia karena berhasil menyelesaikan masa belajar di SMP, tetapi juga kesedihan karena harus berpisah dengan teman-teman dan guru yang selama ini menjadi bagian penting dalam kehidupan mereka,” jelasnya.
Ia menambahkan, sejumlah orang tua siswa yang hadir pun tampak larut dalam suasana. Mereka mengabadikan momen tersebut menggunakan telepon genggam sambil menyaksikan anak-anak mereka melangkah menuju fase kehidupan berikutnya.
Momen di SMPN 19 Palembang itu menjadi bukti bahwa berakhirnya proses pembelajaran selama tiga tahun tidak harus dirayakan dengan euforia berlebihan di jalanan. Dengan doa, rasa syukur, dan kebersamaan, akhir masa sekolah justru terasa lebih hangat, penuh makna, dan meninggalkan kenangan mendalam bagi para siswa,” pungkasnya.(Has)








