DTFL Tanam 23.171 Trembesi di Tol Trans Sumatra Demi Reduksi Emisi Karbon

Lampung,Focuskini

Program penghijauan Djarum Trees for Life (DTFL) dari Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF) menyerahkan secara simbolis 23.171 pohon trembesi kepada dua pengelola tol Trans Sumatera, yakni PT Bakauheni Terbanggi Besar Toll Road dan PT Waskita Sriwijaya Toll Road, yang mengelola ruas Bakauheni–Palembang.

Sebelumnya, pada 2024 lalu BLDF melalui program DTFL telah melakukan seremonial penyerahan trembesi dengan mitra-mitra pengelola di lima ruas jalan tol sepanjang Jawa Tengah – Jawa Timur.

Hingga saat ini, jumlah trembesi yang tertanam telah mencapai 203.641 pohon. Inisiatif ini kemudian berkembang pesat, terutama dengan sinergi bersama mitra pengelola jalan tol lainnya, termasuk di Trans Sumatra.

“Bersama dua mitra pengelola jalan tol Trans Sumatra, kami sudah menyelesaikan penanaman dan perawatan, ini menjadi sebuah langkah nyata untuk mereduksi karbon. Empat tahun lalu, BLDF bersama PT Bakauheuni Terbanggi Besar Toll dan PT Waskita Sriwijaya Toll Road melakukan penanaman 8.728 bibit trembesi dan bertambah hingga 19.124 bibit di ruas tol Bakauheni-Terbanggi Besar dan di ruas tol Kayuagung – Palembang tertanam 4.047 di sepanjang 38 km,” ujar Program Director BLDF, Jemmy Chayadi saat dibincangi langsung, Kamis (31/7/2025).

Jemmy mengatakan program penanaman ini menjadi tonggak awal dalam upaya mendukung pembangunan hijau yang berkelanjutan di ujung selatan wilayah Sumatra.

“Hingga saat ini, lebih dari 23 ribu bibit trembesi berhasil menghijaukan ruas tol sepanjang 179KM,” katanya.

Ia menyampaikan, pihaknya tidak hanya berhenti pada proses penanaman. Tetapi juga melakukan perawatan selama tiga tahun untuk memastikan pohon tumbuh optimal.

“Penanaman trembesi dilakukan sedini mungkin sehingga pohon yang sudah tumbuh cukup besar dan menyerap emisi karbon dari kendaraan yang melintasi tol Trans Sumatra. Ke depannya, BLDF akan senantiasa berkomitmen dalam berkontribusi melakukan upaya-upaya kolaboratif guna pengendalian perubahan iklim,” imbuhnya.

Diketahui, BLDF telah memulai program itu sejak 1979. Lewat Program DTFL, BLDF telah menanam 2,4 juta pohon di Indonesia, mulai dari Kota Kudus, Pantura, Trans Jawa, sampai Trans Sumatera.

Gubernur Lampung diwakili Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Achmad Saefullah menuturkan Provinsi Lampung berkomitmen mendorong kemajuan pembangunan yang lebih baik.

“Penanaman 23.171 trembesi mengartikan kita sedang menanam harapan, karena trembesi merupakan pohon yang memberikan manfaat besar bagi kehidupan serta masa depan. Gerakan ini menjadi langkah positif dalam menghadirkan keseimbangan pembangunan. Sebab, kami menyadari bahwa pertumbuhan ekonomi harus sejalan dengan pelestarian hidup,” tuturnya.

Ia berharap, aksi penanaman pohon yang diinisiasi BLDF ini diharapkan mampu menginspirasi masyarakat Lampung serta provinsi lainnya dalam menghijaukan lingkungan.

“Penanaman trembesi di sekitar infrastruktur ini merupakan salah satu strategi adaptasi dan mitigasi dalam perubahan iklim. Karena trembesi merupakan pohon yang memiliki kemampuan tertinggi dalam penyerapan karbon dioksida dengan perkirakan mampu menyerap hingga 28,5 ton gas emisi karbon. Upaya BLDF ini menjadi pioner dalam penanaman pohon, sehingga diharapkan aksi penanaman pohon ini perlu digalakkan,” ucap dia. (Tia)