Palembang,Focuskini
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Selatan melaporkan perekonomian daerah itu tumbuh sebesar 5,20 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada triwulan III 2025.
Kepala BPS Sumsel, Moh Wahyu Yulianto mengatakan nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sumsel atas dasar harga konstan tercatat Rp102,48 triliun, sementara atas dasar harga berlaku mencapai Rp185,3 triliun.
“Secara kumulatif dari triwulan I sampai III, ekonomi Sumsel tumbuh 5,28 persen,” katanya dalam pemaparan rilis resmi di Palembang, Rabu (5/11/2025).
Wahyu menjelaskan pertumbuhan tersebut masih lebih tinggi dibandingkan triwulan II 2025, namun berada di atas capaian triwulan III tahun lalu yang sebesar 5,03 persen yoy.
Dari sisi lapangan usaha, hampir seluruh sektor menunjukkan pertumbuhan, kecuali administrasi pemerintahan yang mengalami kontraksi tipis sebesar 0,02 persen.
Sektor akomodasi serta makanan dan minuman menjadi yang tertinggi dengan pertumbuhan 11,58 persen.
“Penopang terbesar ekonomi Sumsel berasal dari pertambangan dan penggalian dengan kontribusi 24,28 persen, disusul industri pengolahan 17,81 persen, serta pertanian 14,89 persen,” jelasnya.
Sementara itu, dari sisi pengeluaran, perekonomian Sumsel masih bertumpu pada konsumsi rumah tangga yang memberikan distribusi sebesar 59,55 persen dan tumbuh 4,89 persen yoy.
“Konsumsi rumah tangga menjadi sumber pertumbuhan tertinggi dengan kontribusi 2,79 persen terhadap ekonomi Sumsel,” katanya.
Ia menyebut pada skala Pulau Sumatra, struktur ekonomi masih didominasi tiga provinsi, yaitu Sumatera Utara, Riau, dan Sumatera Selatan dengan total kontribusi 60,38 persen.
“Kontribusi Sumsel terhadap perekonomian Sumatra mencapai 11,85 persen, dan pertumbuhan pada triwulan III ini merupakan yang tertinggi kedua di antara provinsi di Pulau Sumatra,” ucap dia. (Tia)














