FOSTAN Tembus DPRD, 100 Pengurus OSIS Sumsel Siap Ditempa di Bootcamp Kepemimpinan

Palembang,Focuskini

Upaya memperkuat karakter dan kepemimpinan pelajar mulai digerakkan secara lebih sistematis. Forum OSIS Sumatera Selatan (FOSTAN), yang menjadi wadah resmi pengurus OSIS SMA/SMK/MA sederajat di bawah pembinaan Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan sejak 2017, melakukan audiensi dengan Komisi V DPRD Provinsi Sumatera Selatan.

Audiensi tersebut membahas rencana pelaksanaan Bootcamp Kepemimpinan yang akan diikuti sekitar 100 pengurus OSIS dari berbagai kabupaten/kota di Sumsel. Program ini dirancang bukan sekadar pelatihan biasa, melainkan ruang intensif untuk membentuk karakter, memperluas wawasan kebangsaan, serta mengasah kapasitas manajerial dan kepemimpinan pelajar.

Ketua Komisi V DPRD Sumsel, Alwis Gani, menyatakan pihaknya menyambut baik inisiatif tersebut dan membuka ruang dukungan dari legislatif.

“Hari ini kita menerima Forum OSIS Sumatera Selatan. Mereka akan melaksanakan Bootcamp yang diikuti sekitar 100 peserta. Tanggal 10 nanti akan ada audiensi lanjutan. Kita siap mendukung dan memfasilitasi,” ujarnya.

Menurut Alwis, kegiatan penguatan kapasitas pelajar seperti ini tidak boleh dipandang sebelah mata. DPRD, kata dia, akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Sumsel untuk membantu kebutuhan teknis, mulai dari penyediaan tempat hingga dukungan transportasi peserta.

“Program positif seperti ini harus kita dorong agar berjalan optimal dan berkelanjutan.Bootcamp tersebut dirancang sebagai forum pembinaan yang menitikberatkan pada kepemimpinan kolaboratif, integritas, disiplin, serta kemampuan komunikasi publik.

Para peserta akan mendapatkan materi penguatan karakter, manajemen organisasi, hingga wawasan kebangsaan yang relevan dengan tantangan era digital,” katanya.

Sementara itu,Kepala Bidang SMA Disdik Sumsel, Basuni, S.Pd., M.M., M.Pd.mengatakan FOSTAN yang dinilainya sebagai wujud kreativitas dan inisiatif pelajar dalam mengambil peran strategis.

“Kami sangat mengapresiasi program Forum OSIS Sumatera Selatan. Ini bentuk kreativitas siswa dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. Disdik Sumsel merespon baik kegiatan ini melalui Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi V DPRD Sumsel,” katanya.

Ia menilai, penguatan kepemimpinan pelajar perlu dilakukan secara terstruktur agar organisasi OSIS tidak hanya aktif dalam kegiatan seremonial, tetapi mampu menjadi motor penggerak budaya sekolah yang positif.

Kolaborasi antara FOSTAN, DPRD Sumsel, dan Dinas Pendidikan dinilai menjadi langkah konkret dalam membangun ekosistem pembinaan pelajar yang berkelanjutan. Sinergi tersebut diharapkan melahirkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga tangguh secara karakter dan memiliki daya saing tinggi,” katanya.

Lebih dari sekadar agenda pelatihan sambung Basuni, bootcamp ini menjadi simbol bahwa kepemimpinan pelajar perlu dipersiapkan sejak dini. Di tengah tantangan globalisasi dan derasnya arus informasi, pengurus OSIS dituntut mampu menjadi teladan, komunikator yang baik, serta penggerak perubahan di lingkungan sekolahnya.

“Jika konsisten dikawal, program ini berpotensi menjadi model pembinaan kepemimpinan pelajar di tingkat provinsi bahkan nasional. Sebab, masa depan Sumatera Selatan dan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh kebijakan hari ini, tetapi oleh kualitas generasi mudanya yang sedang ditempa sekarang,” tutupnya. (hasan)