Hadapi TKA Tanpa Cemas, Sekolah Tekankan Pentingnya Belajar Konsisten

Palembang,Focuskini

Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi siswa Sekolah Dasar (SD) kelas VI dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) kelas IX ditegaskan bukan menjadi momok ataupun ancaman dalam melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya, melainkan sarana untuk mengukur pemahaman belajar siswa secara objektif.

Kepala SMP Negeri 3 Palembang, Dra. Nofritawati, M.Si mengatakan,Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi siswa tingkat SD kelas VI dan SMP kelas IX tidak perlu disikapi dengan rasa takut atau cemas berlebihan. TKA bukanlah penentu tunggal masa depan pendidikan siswa, melainkan alat evaluasi untuk melihat sejauh mana kemampuan akademik yang telah diperoleh selama proses belajar di sekolah.

“Dengan belajar sungguh-sungguh dan konsisten, siswa diyakini mampu menghadapi TKA dengan baik. Materi yang diujikan pada dasarnya bersumber dari pelajaran yang telah diterima di sekolah, sehingga tidak menuntut kemampuan di luar kurikulum yang berlaku. Hal ini menjadi penegasan bahwa TKA bukan ujian yang menjebak, apalagi menjadi ancaman untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

“Selain pembelajaran di sekolah, siswa juga dianjurkan untuk melakukan belajar tambahan, baik melalui les, bimbingan belajar, maupun belajar mandiri di rumah. Pola belajar yang teratur, disiplin, dan didukung oleh peran orang tua akan membantu siswa lebih siap secara mental dan akademik dalam menghadapi TKA,”katanya

Sementara itu kepala SD Negeri 81 Palembang Yales Tyawati, S.Pd., M.Si.mengatakan,penting untuk dipahami bahwa TKA bukanlah momok yang harus ditakuti. Sebaliknya, tes ini dapat menjadi sarana bagi siswa untuk mengukur kemampuan diri, mengenali kekuatan dan kelemahan dalam mata pelajaran tertentu, serta menjadi bahan evaluasi bagi sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.

Dengan persiapan yang matang, siswa diharapkan dapat menjalani TKA dengan tenang dan percaya diri. Tidak ada alasan untuk merasa tertekan berlebihan, karena hasil TKA tidak serta-merta menjadi penghalang bagi siswa untuk melanjutkan pendidikan ke tingkat berikutnya.

Melalui pendekatan belajar yang serius, dukungan sekolah, serta pendampingan orang tua, siswa dapat menyelesaikan TKA dengan baik tanpa kendala berarti. Dengan demikian, TKA seharusnya dipandang sebagai proses pembelajaran, bukan sebagai ancaman, dan tidak menimbulkan penyesalan di kemudian hari,”pungkasnya.(hsn)