Pasar Potensial, Indomobil eMotor Perluas Jaringan di Sumsel

PALEMBANG, FOCUSKINI — PT Indomobil eMotor Internasional memperluas jaringan penjualan kendaraan listrik ke wilayah Sumatra Selatan guna menangkap tingginya potensi pasar yang disokong oleh masifnya aktivitas sektor perkebunan, pertambangan, dan perdagangan pada, Selasa (7/7/2026).

 

Langkah ekspansi korporasi ini sengaja menyasar Kota Palembang sebagai pusat strategis menyusul lonjakan permintaan motor listrik harian dari masyarakat yang didominasi oleh transaksi pembelian secara tunai.

 

“Palembang merupakan pasar yang sangat potensial. Aktivitas ekonomi di sektor perkebunan dan pertambangan berkembang pesat sehingga kebutuhan kendaraan juga tinggi. Penjualan motor listrik di Palembang pun didominasi pembelian secara cash,” ujar CEO PT Indomobil eMotor Internasional, Pius Irawan.

 

Pius Irawan menerangkan, pabrikan otomotif tersebut berkomitmen untuk terus menambah titik distribusi baru hingga ke Kabupaten Banyuasin di tengah tren penurunan jumlah gerai yang dilakukan oleh sebagian besar pelaku industri sejenis.

 

“Kami justru terus menambah jaringan ketika banyak pelaku industri mengurangi jaringan penjualannya. Target kami sekitar 300 showroom di Indonesia agar layanan kepada konsumen semakin dekat,” terangnya.

 

Penetrasi pasar ini sekaligus menjadi pembuktian bagi Indomobil eMotor sebagai pionir merek roda dua setrum pertama yang menyandang nama besar Indomobil Group sejak mulai mengoperasikan ekosistem manufaktur, suku cadang, hingga pembiayaan mandiri pada era 1976.

 

Sejak tahun lalu, emiten ini tercatat telah menggelontorkan lini produk adaptif seperti varian Adora berdaya jelajah 110 kilometer, tipe sporty Sprinto bertopografi laju 90 km/jam, hingga seri tangguh Tyranno yang dilengkapi fitur inclinometer.

 

Adapun untuk pemenuhan kelas pemula, perusahaan juga telah meluncurkan tipe QT berkecepatan 60 km/jam serta varian mutakhir QT Pro yang mengadopsi fungsionalitas Traction Control dan Hill Start Assist berdaya tempuh maksimal 135 kilometer.

 

Langkah pelebaran sayap dagang ini diharapkan mampu mengiringi minat beli publik yang kian condong pada kendaraan bebas emisi karena nilai pengeluaran operasionalnya terbukti jauh lebih murah daripada motor konvensional berbahan bakar minyak.

News Feed