Palembang,Focuskini
Keandalan operasional sebuah kilang tidak hanya ditentukan oleh teknologi dan fasilitas yang dimiliki, tetapi juga oleh kesiapan generasi pekerja yang menjalankannya. Di balik operasional kilang yang terus berjalan aman dan andal, terdapat proses panjang regenerasi pekerja yang memastikan pengetahuan, pengalaman, serta keterampilan terus diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Melalui semangat tersebut, Kilang Pertamina Plaju melalui Fungsi Produksi kembali melakukan program Craft Professional Development Program (CPDP) sebagai langkah strategis dalam memperkuat kompetensi pekerja sekaligus memastikan keberlanjutan operasional kilang.
Senior Manager Operation & Manufacturing (SMOM) RU III, Asrinur, mengungkapkan bahwa Kilang Pertamina Plaju telah beroperasi lebih dari satu abad dan banyak generasi pekerja yang silih berganti. Dengan adanya program CPDP ini, pekerja muda diharapkan mampu beradaptasi dengan cepat, menjaga stabilitas proses, serta mendukung keberlangsungan operasional kilang secara berkelanjutan.
“Kilang Pertamina Plaju sudah beroperasi lebih dari satu abad, sehingga pergantian pekerja menjadi hal yang sering terjadi. Melalui CPDP, kami ingin memastikan pengalaman, keterampilan, dan pengetahuan dari para pekerja dapat terus diwariskan kepada generasi baru agar kualitas SDM kita tetap terjaga demi keandalan dan keberlanjutan operasional kilang,” ujar Asrinur pada Launching Book Program CPDP Tahun 2026 di Hall OPI, Komperta Plaju, Selasa (31/3/2026).
Dalam implementasinya, selama dua bulan para pekerja diberikan berbagai materi pembelajaran, seperti pengenalan area operasional, pengenalan sistem dan kontrol operasi, serta proses manajemen keselamatan kerja. Hal ini bertujuan agar setiap proses kerja dapat dijalankan secara aman, efektif, dan sesuai dengan standar yang berlaku, sekaligus meminimalkan potensi risiko.
Sementara itu Production Manager RU III, Aryo Wahyu Wicaksono menjelaskan program CPDP dirancang agar para pekerja muda memahami prosedur kerja secara lebih terstruktur, terarah, dan terukur sesuai dengan kondisi operasi di lapangan. Melalui program ini, perusahaan memberikan pembelajaran yang tidak hanya membantu mengukur kompetensi yang perlu dimiliki pekerja, tetapi juga menjadi sarana transfer knowledge, keterampilan, dan pengalaman kepada pekerja-pekerja baru untuk menjaga keandalan operasional kilang secara berkelanjutan.
“Program CPDP menjadi salah satu langkah strategis untuk memastikan kesiapan sumber daya manusia di fungsi produksi agar mampu menjalankan proses kerja dengan baik dan tetap menjaga keandalan operasional kilang,” ujarnya.
Karena itu, penguatan kompetensi ini menjadi bagian dari upaya membangun budaya kerja yang unggul, di mana setiap pekerja memiliki kesadaran tinggi terhadap aspek keselamatan, keandalan, dan kinerja operasional. Sinergi antar fungsi pun terus didorong guna menciptakan ekosistem kerja yang kolaboratif dan produktif.
Salah satu coachee, Nadia Sapta Rini, pekerja Polypropylene, mengaku merasakan manfaat langsung dari pelaksanaan program CPDP yang membantu dirinya dalam beradaptasi dan memahami pekerjaan di lapangan.
“Program CPDP ini sangat membantu kami sebagai pekerja muda, terutama dalam beradaptasi dan memahami pekerjaan kami, Selain itu, kami juga mendapatkan pembinaan tidak hanya dari sisi keselamatan dan operasional, tetapi juga dalam membangun sikap profesional dalam bekerja,” ujarnya.
Melalui pelaksanaan program CPDP, Kilang Pertamina Plaju berkomitmen memastikan keberlanjutan proses transfer pengetahuan, pengalaman, dan keterampilan antar generasi pekerja secara optimal, sehingga nilai dan keahlian yang dimiliki dapat terus diteruskan kepada pekerja baru.
Program ini juga sekaligus menjadi langkah strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten, adaptif, dan siap menghadapi dinamika operasional, melalui pembinaan yang terarah guna mendukung keandalan proses produksi, menjaga ketersediaan energi bagi masyarakat, serta memperkuat ketahanan energi nasional secara berkelanjutan.














