Pagaralam,Focuskini
Pernikahan adalah ibadah terpanjang, momen paling sakral dalam hidup. Namun seringkali, kesakralan itu ternodai oleh kemaksiatan di dalam hajatan itu sendiri.
Pesan mendalam dan menyentuh hati ini disampaikan oleh Supian Hadi Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Pagar Alam.
Ia mengajak seluruh masyarakat Bumi Besemah untuk merenung kembali, untuk apa sebuah pesta pernikahan digelar.
Dalam himbauannya, ia menegaskan, Stop hajatan pernikahan dicampuri maksiat, dikhawatirkan menghilangkan keberkahan
Himbauan ini bukan untuk membatasi kebahagiaan. Justru sebaliknya, untuk menjaga agar kebahagiaan itu kekal dan penuh berkah.
Bukankah kita semua menginginkan rumah tangga yang diawali dengan doa, bukan dengan murka? Kita menggelar hajatan untuk mengumumkan rasa syukur, untuk memohon doa restu dari keluarga dan tetangga, agar perjalanan baru itu diridhoi Allah SWT.
Lalu,Kata Dia, miris rasanya jika rasa syukur itu justru diiringi dengan musik yang melalaikan hingga larut malam mengganggu tetangga, joget berlebihan yang membuka aurat, minuman keras, hingga ikhtilat yang melampaui batas.
Kita mengundang keberkahan, namun tanpa sadar kita mengundang hal-hal yang menjauhkan dari keberkahan itu sendiri.
“Bagaimana mungkin kita mengharapkan rumah tangga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah, jika langkah pertamanya saja sudah dicampuri dengan maksiat. Mari kita jaga kesucian akad nikah itu dengan hajatan yang sederhana, santun, dan tetap dalam koridor syariat,” pesan Supian Hadi.
Untuk itulah, kata dia, MUI Kota Pagar Alam mengajak para orang tua, calon pengantin, dan seluruh warga Pagar Alam untuk bersama-sama mengubah tradisi.
Ia menambahkan, Mari buat hajatan pernikahan menjadi majelis doa. Hadirkan qasidah, hadirkan selawat, hadirkan kebahagiaan yang tidak harus berlebihan. Cukup dengan tawa yang terjaga, syukur yang tulus, dan doa yang mengalir dari para tamu yang hadir.
“Karena sejatinya, berkahnya sebuah pernikahan tidak diukur dari seberapa megah pestanya, seberapa keras musiknya, tapi dari seberapa besar Allah meridhai awal dari perjalanan ibadah terpanjang itu,”pungkasnya.(soim)














