Palembang,Focuskini
Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel) resmi menduduki peringkat ketiga nasional sebagai daerah penghasil beras terbesar setelah berhasil memproduksi 3.598.736 ton padi sepanjang tahun 2025.
Capaian tersebut menunjukkan lonjakan produksi sebesar 23,69 persen atau meningkat 689.325 ton dibandingkan perolehan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 2.909.412 ton.
Peningkatan signifikan ini menempatkan Sumsel sebagai salah satu daerah dengan pertumbuhan produksi padi tertinggi di Indonesia setelah Provinsi Jawa Timur dan Jawa Barat.
“Ini kerja kolektif kita, Sumsel dalam mendukung program presiden dalam mewujudkan swasembada pangan,” ujar Gubernur Sumsel, Herman Deru, Jumat (9/1/2026).
Deru mengapresiasi peran aktif para petani, buruh tani, serta pendampingan penyuluh yang secara konsisten memberikan bantuan bibit dan pupuk kepada para produsen pangan.
Keberhasilan ini dinilai sebagai buah dari semangat para pekerja di garis depan yang didukung oleh sistem penyerapan hasil panen yang efektif.
“Keberhasilan ini milik mereka yang berada di garis depan dalam produksi padi,” tuturnya.
Secara spesifik, Kabupaten Banyuasin dan OKU Timur menjadi kontributor utama dengan produktivitas tinggi serta persentase kenaikan produksi yang konsisten.
Pemerintah Provinsi Sumsel kini menargetkan posisi pertama nasional pada tahun 2026, melanjutkan tren positif yang telah dirintis sejak tahun 2018.
“Tahun 2018 kita menjadi daerah ke-8 penghasil beras terbesar di Indonesia, saat COVID-19 lalu kita pacu hingga tembus lima besar dan sekarang tiga besar,” tuturnya.
Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus memacu kapasitas produksi demi mendukung ketersediaan pangan nasional dan mencapai target menjadi provinsi penghasil beras nomor satu di Indonesia.
“Kita akan teruskan pencapaian ini dan terus mengejar untuk menjadi yang pertama,” ucap dia. (Tia)








