Jambi,Focuskini
PT Pusri Palembang yang merupakan anggota holding dari PT Pupuk Indonesia (Persero) kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pembangunan sektor pertanian nasional melalui partisipasi aktif pada kegiatan Temu Kader Petani serta Pelantikan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten/Kota se-Provinsi Jambi serta DPD Wanita Tani Provinsi Jambi.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh DPD HKTI Provinsi Jambi ini berlangsung pada 20–21 April 2026 di sejumlah lokasi di Provinsi Jambi, dengan pusat kegiatan di kawasan Muaro Jambi.
Dalam kegiatan tersebut, turut hadir Wakil Menteri Pertanian Republik Indonesia yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional HKTI, Sudaryono. Dewan Pimpinan Daerah HKTI Jambi, Sutan Adil Hendra. Serta mewakili Pusri, hadir Direktur Keuangan & Umum, Eric J. Rachman, bersama unsur pemerintah daerah, organisasi petani, dan komunitas pertanian lainnya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan agenda silaturahmi antara pengurus HKTI dengan berbagai elemen pertanian, dilanjutkan dengan kegiatan tanam jagung dan buah di kawasan Bukit Cinto Kenang, Muaro Jambi, serta pelantikan pengurus DPD HKTI Provinsi Jambi dan DPD Wanita Tani Provinsi Jambi. Kegiatan juga diisi dengan penanaman padi di Kabupaten Batang Hari dan kunjungan silaturahmi ke Pondok Pesantren Darul Arifin sebagai bagian dari upaya membangun kolaborasi lintas sektor dalam mendukung ketahanan pangan.
Partisipasi Pusri dalam kegiatan ini merupakan bagian dari peran aktif perusahaan sebagai produsen pupuk nasional dalam mendukung produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani. Provinsi Jambi sendiri merupakan salah satu wilayah tanggung jawab Pusri dalam penyaluran pupuk bersubsidi, sehingga kehadiran Pusri dalam kegiatan ini menjadi penting untuk mempererat hubungan dengan petani sekaligus memastikan distribusi pupuk berjalan optimal dan tepat sasaran.
Sebagai perusahaan pupuk, tentunya Pusri bertanggung jawab untuk menjaga ketersediaan dan kelancaran distribusi pupuk bersubsidi. Oleh karena itu, sinergi dengan organisasi petani seperti HKTI menjadi langkah strategis dalam memahami kebutuhan di lapangan serta mendukung implementasi kebijakan pemerintah di sektor pertanian.
Eric menyampaikan bahwa kolaborasi antara berbagai pihak menjadi kunci utama dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
“Pusri tidak hanya berperan sebagai produsen pupuk, tetapi juga sebagai mitra strategis bagi petani dan seluruh pemangku kepentingan di sektor pertanian. Kehadiran kami dalam kegiatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap penguatan kelembagaan petani sekaligus upaya mempererat sinergi untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani,” ujar Eric.
Lebih lanjut, Eric menambahkan bahwa Pusri terus berupaya memastikan distribusi pupuk bersubsidi, khususnya di wilayah Jambi, dapat berjalan dengan baik, tepat waktu, dan sesuai dengan kebutuhan petani.
“Kami memahami bahwa pupuk merupakan faktor penting dalam meningkatkan hasil pertanian. Oleh karena itu, Pusri berkomitmen untuk menjaga ketersediaan dan kelancaran distribusi pupuk bersubsidi, termasuk di Provinsi Jambi sebagai salah satu wilayah tanggung jawab kami,” tambahnya.
Melalui keikutsertaan dalam kegiatan ini, Pusri berharap dapat semakin memperkuat hubungan dengan petani, pemerintah daerah, serta organisasi pertanian lainnya. Sinergi yang terbangun diharapkan mampu mendorong peningkatan produktivitas pertanian sekaligus mendukung tercapainya swasembada pangan yang berkelanjutan di Indonesia.
Sebagai bagian dari ekosistem pertanian nasional, Pusri akan terus berperan aktif dalam berbagai program yang mendukung pengembangan sektor pertanian, baik melalui penyediaan pupuk berkualitas, edukasi kepada petani, maupun kolaborasi dengan berbagai pihak dalam menciptakan pertanian yang maju, mandiri, dan modern.(soim)











