Palembang,Focuskini
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan resmi meluncurkan proyek strategis Pelabuhan Tanjung Carat di Griya Agung, Palembang, Kamis (9/4/2026), dengan skema pembiayaan mandiri yang tidak membebani anggaran negara.
Langkah ini diambil sebagai strategi percepatan pembangunan infrastruktur maritim guna menggantikan peran Pelabuhan Boom Baru yang kapasitasnya telah mencapai titik jenuh.
Saat ini, proyek yang berlokasi di Kabupaten Banyuasin tersebut telah memasuki tahap ke-11 dari total 15 tahapan administratif dan teknis yang dipersyaratkan sebelum memulai konstruksi fisik secara masif.
“Pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat merupakan langkah fundamental untuk mengurai kendala logistik di Sumsel. Menariknya, pembiayaan proyek ini tidak membebani APBN maupun APBD, melainkan murni mengandalkan investasi swasta dan mitra lainnya,” ujar Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi.
Dudy menegaskan bahwa keterlibatan sektor swasta dalam proyek ini mencerminkan komitmen kuat antara pelaku usaha dan pemangku kepentingan untuk mengekskalasi pembangunan agar selesai tepat waktu.
Proses konstruksi di lapangan dijadwalkan mulai berjalan pada kuartal ketiga (Q3) atau sekitar Juni hingga September 2026, dengan target operasional penuh pada tahun 2028.
“Harapan kami bahwa project launching ini tidak berhenti di acara seremonial, tapi akan dilanjutkan terus sampai dengan selesai. Kita juga meminta peran aktif media untuk terus mengawal jalannya proyek agar kualitas bangunan tetap terjaga,” imbuhnya.
Senada dengan hal tersebut, Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru menekankan pentingnya transparansi dalam menjaring mitra strategis untuk proyek berskala internasional ini.
Pemerintah telah menyediakan kanal digital resmi sebagai sarana pendaftaran bagi para calon investor guna memastikan proses seleksi berjalan secara akuntabel dan profesional.
“Calon mitra dapat berpartisipasi aktif dalam pembangunan maupun pengoperasian. Melalui laman resmi, calon investor dapat mendaftarkan entitas bisnis serta menyampaikan profil perusahaan secara daring guna menjaga akuntabilitas proses seleksi,” katanya.
Dengan target peletakan batu pertama (groundbreaking) pada kuartal keempat tahun 2026, pemerintah optimis kehadiran pelabuhan ini akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah barat Indonesia.
“Kami memastikan setiap tahapan dijalankan dengan prinsip kehati-hatian agar pelabuhan ini nantinya mampu memberikan nilai manfaat ekonomi yang berkelanjutan, baik di tingkat regional maupun nasional,” ucap dia. (Tia)








