Palembang,Focuskini
Universitas Muhammadiyah Palembang (UMP) menegaskan arah penguatan riset terapan dan hilirisasi pertanian melalui panen perdana Kebun Jagung yang dikembangkan sebagai Pusat Riset dan Hilirisasi Jagung. Panen dilakukan di lahan seluas 4,3 hektare yang berlokasi di Kecamatan Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir, menandai langkah konkret kampus dalam mengintegrasikan riset akademik dengan kebutuhan nyata sektor pertanian.
Panen perdana tersebut dipimpin langsung oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Palembang, Prof. Dr. Abid Djazuli, SE, MM, didampingi jajaran pimpinan universitas, yakni Wakil Rektor I Prof. Dr. Ir. Kgs. Ahmad Roni, ST, MT, Wakil Rektor II Prof. Dr. Sri Rahayu, SE, MM, Wakil Rektor III Dr. Eko Ariyanto, M.Chem.Eng, serta Anggota Badan Pembina Harian (BPH) Drs. Abu Hanifah.
Anggota BPH UMP, Drs. Abu Hanifah, menegaskan panen perdana ini bukan sekadar capaian budidaya pertanian, melainkan tonggak awal pembangunan kawasan akademik berbasis produksi dan inovasi. Kebun jagung tersebut dirancang sebagai laboratorium lapangan yang mengintegrasikan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dalam satu ekosistem berkelanjutan.
“Ini bukan kebun musiman. Lahan ini adalah aset akademik strategis yang harus dikelola secara serius dan terstruktur untuk mendukung riset mahasiswa dan dosen,” ujarnya.
Menurut dia, fungsi utama kebun jagung adalah sebagai pusat pembelajaran dan riset berkelanjutan. Mahasiswa dapat memanfaatkannya untuk praktik budidaya, pengujian varietas, hingga penerapan teknologi pertanian modern. Sementara itu, dosen memiliki ruang untuk mengembangkan riset terapan yang berdampak langsung pada sektor pertanian dan peternakan.
Lebih jauh, Abu Hanifah menekankan pentingnya hilirisasi hasil pertanian. Jagung yang dihasilkan tidak hanya berhenti sebagai bahan mentah, tetapi diarahkan menjadi produk bernilai tambah, seperti pakan ternak, olahan pangan, hingga potensi bahan baku industri. Dengan pendekatan ini, kampus diharapkan tidak hanya menjadi pusat ilmu pengetahuan, tetapi juga motor penggerak ekonomi berbasis riset.
Ia juga menyoroti perlunya tata kelola yang profesional, mulai dari perencanaan tanam, penerapan teknologi budidaya yang tepat, hingga pembenahan sistem pascapanen.
“Perencanaan tanam, teknologi budidaya, dan sistem pascapanen harus ditata dengan baik. Arah pengembangan kebun ini harus jelas dan berkelanjutan,” tegasnya.
Rektor UMP, Prof. Abid Djazuli, menyatakan pengembangan kebun riset jagung sejalan dengan visi universitas untuk menghadirkan pendidikan tinggi yang relevan dengan kebutuhan riil masyarakat dan dunia usaha. Menurut dia, pertanian berbasis sains dan inovasi menjadi salah satu sektor strategis yang perlu diperkuat oleh perguruan tinggi.
“Panen perdana ini membuktikan bahwa pengelolaan lahan produktif berbasis kampus dapat berjalan efektif jika didukung perencanaan, manajemen, dan arah riset yang jelas.
Ke depan, kebun jagung UMP ditargetkan menjadi model pengembangan pertanian kampus yang terintegrasi, produktif, dan memberikan nilai tambah ekonomi,” ujarnya.
Senada dengan itu, Wakil Rektor II Universitas Muhammadiyah Palembang, Prof. Dr. Sri Rahayu, SE, MM, menjelaskan bahwa panen perdana dilakukan di lahan sekitar 4,2 hektare, dengan uji coba jagung manis seluas 2.500 meter persegi.
“Sebagai kampus berdampak, kami memilih jagung karena kawasan ini merupakan sentra petani jagung. Ke depan, lahan ini akan dikembangkan sebagai pusat riset, termasuk penanaman jagung untuk pakan ternak dengan penerapan pupuk dan teknologi budidaya yang lebih baik.
Panen perdana ini menegaskan komitmen Universitas Muhammadiyah Palembang dalam mengembangkan pertanian berbasis riset, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi sebagai penghubung antara ilmu pengetahuan, inovasi, dan kebutuhan masyarakat,” pungkasnya. (hasan)














