Palembang,Focuskini
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono mendorong pembangunan infrastruktur gudang tambahan di Sumatera Selatan guna menampung melimpahnya hasil produksi gabah petani seiring cadangan beras pemerintah yang mencetak sejarah hingga menembus 5,1 juta ton.
Saat melakukan pengecekan di Gudang Bulog Sukamaju Palembang, ia menegaskan bahwa melimpahnya stok nasional ini menuntut kesiapan kapasitas penyimpanan serta kedisiplinan dalam menjaga kualitas beras agar tetap layak dikonsumsi masyarakat.
“Gudang kita sudah tidak cukup, sehingga harus menyewa tempat lain. Banyak gudang Bulog di sentra produksi pangan mulai mengalami kelebihan kapasitas. Ini menunjukkan produksi meningkat, tetapi juga menuntut kesiapan infrastruktur penyimpanan,” ujar Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, usai mengecek stok beras gudang Bulog Sukamaju, Palembang pada, Kamis (23/4/2026).
Sudaryono mengungkapkan jika saking tingginya hasil panen, pemerintah saat ini harus menyewa fasilitas tambahan seperti penggilingan padi milik pihak ketiga agar seluruh produksi petani dapat terserap maksimal.
Meski stok melimpah, ia memastikan pengelolaan di gudang tetap terjaga dengan baik guna menghindari kerusakan kualitas maupun serangan hama.
“Tantangan kita sekarang adalah bagaimana Bulog disiplin menjaga kualitas beras. Tadi saya sudah cek langsung sampai ke bagian dalam, saya tusuk-tusuk karungnya, alhamdulillah tidak ada kerusakan, tidak lembab, dan tidak ada kutu,” ungkapnya.
Ia menyebut Sumsel menjadi prioritas pembangunan infrastruktur baru karena posisinya sebagai lumbung pangan utama di wilayah Sumatera.
Saat ini, cadangan beras di Sumsel sendiri telah mencapai 98 ribu ton dan diprediksi akan terus mengalami kenaikan seiring masa panen raya yang berlangsung hingga Mei 2026 mendatang.
“Saat ini, cadangan beras di Sumsel tercatat mencapai 98 ribu ton dan diprediksi akan terus bertambah seiring berlangsungnya masa panen raya hingga Mei 2026 mendatang,” ungkapnya.
Wakil Pemimpin Wilayah (Wapinwil) Perum BULOG Kanwil Sumsel Babel, Renato Horison menjelaskan jika rencana penambahan kapasitas gudang akan segera direalisasikan.
Sumsel dijadwalkan menerima alokasi pembangunan lima unit gudang baru sebagai bagian dari program strategis nasional untuk memperkuat ketahanan pangan.
“Sumsel mendapatkan jatah lima gudang baru, karena memang menjadi sentra produksi pangan nomor satu di Sumatera dan termasuk lima besar secara nasional,” tutupnya. (Tia)













