Palembang,Focuskini
Pendidikan vokasi kembali menunjukkan perannya sebagai penggerak utama lahirnya tenaga kerja siap pakai. Di tengah tuntutan industri yang kian kompetitif, SMK Negeri Sumatera Selatan menegaskan komitmennya melalui sistem pembelajaran berbasis praktik yang dominan, sekaligus berorientasi langsung pada kebutuhan dunia kerja.
Porsi praktik yang mencapai 70 persen menjadi kunci utama dalam membentuk keterampilan siswa sejak dini. Model pembelajaran ini tidak hanya menekankan penguasaan teori, tetapi juga pengalaman langsung di lapangan, sehingga lulusan memiliki kesiapan yang lebih matang saat memasuki dunia industri.
“Pembelajaran dirancang agar siswa benar-benar siap melangkah ke jenjang berikutnya, baik itu bekerja maupun melanjutkan pendidikan,” ujar Likwanyu selalu Kasi Kurikulum Bidang SMK Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan
Dampak dari pendekatan tersebut terlihat nyata. Kepala SMK Negeri Sumatera Selatan, Zulkarnain, mengungkapkan bahwa tingkat ke terserapan lulusan tahun ini mencapai angka yang signifikan. Sekitar 93 persen siswa memilih langsung terjun ke dunia kerja, menunjukkan tingginya kepercayaan industri terhadap kualitas lulusan.
Menariknya, proses rekrutmen bahkan telah berlangsung sebelum siswa dinyatakan lulus. Puluhan siswa tercatat lebih awal diterima di berbagai sektor strategis, termasuk perusahaan energi milik negara, PT PLN (Persero), serta industri perhotelan yang terus berkembang.
Di sisi lain, peluang melanjutkan pendidikan juga tetap terbuka lebar. Sejumlah siswa berhasil menembus perguruan tinggi negeri melalui berbagai jalur seleksi, menjadi bukti bahwa lulusan SMK tidak hanya siap kerja, tetapi juga mampu bersaing di jalur akademik.
“Dunia kerja sudah terbuka, tetapi tantangannya semakin ketat. Karena itu, siswa harus terus meningkatkan kompetensi dan tidak cepat merasa puas,” tegasnya.
Ia menambahkan, dengan dukungan kurikulum yang adaptif dan fasilitas praktik yang terus diperkuat, SMK Negeri Sumatera Selatan optimistis dapat terus mencetak lulusan unggul.
“Lebih dari sekadar lembaga pendidikan, sekolah ini menempatkan diri sebagai jembatan strategis antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri, sekaligus menjadi motor penggerak lahirnya sumber daya manusia terampil bagi Sumatera Selatan dan Indonesia,” pungkasnya. (Has)








